Dua bulan sejak dunia mengira Arga sudah mati, kota-kota besar masih beradaptasi dengan keheningan baru. Banyak pejabat dicopot, kantor lembaga ditutup, tapi di balik semua perubahan itu ada suara lain yang mulai berbisik — suara yang datang dari tempat tak dikenal, mengirimkan potongan data dan pesan misterius bertanda simbol lingkaran hitam dengan huruf A.S. di tengahnya. Setiap kali data itu muncul, satu kasus baru terbuka. Setiap kali pesan itu dikirim, satu nama besar tumbang. Mereka menyebut pengirimnya “Bayangan Kedua”. Tapi bagi sebagian orang yang tahu cerita aslinya, mereka tahu, itu bukan bayangan baru. Itu Arga.Di suatu malam di pinggiran kota Bandung, di ruangan bawah tanah bekas gudang yang kini disulap jadi markas kecil, Arga duduk di depan layar monitor. Cahaya biru dari empat komputer menerangi wajahnya yang kini lebih tirus, rambutnya sedikit panjang, tapi matanya masih sama — tajam, penuh perhitungan. Di layar, peta digital terbuka, menampilkan puluhan t
Last Updated : 2025-10-12 Read more