Bima. Lelaki yang sejak malam itu tak pernah muncul di hadapan Senja, pagi ini tiba-tiba menampakkan kembali batang hidungnya. Tanpa kabar, tanpa aba-aba, hadir begitu saja tanpa rasa bersalah. Senja sampai heran dan bingung, dari mana lelaki itu mengetahui alamatnya.Tak mungkin Chandra yang memberi tahu. Selama ini Chandra malah kerap cemburu padanya, jadi mustahil memberikan akses untuk menciptakan temu sewaktu-waktu.Layaknya tamu pada umumnya, Bima juga mengucap salam dan permisi. Tampak sopan dan bermoral, walaupun bagi Chandra dan Senja cukup menyebalkan."Ada sedikit oleh-oleh untukmu, Nja. Semoga suka ya," ucap Bima setelah berhadapan dengan Senja.Ia menyodorkan sebuah paper bag berisi kue manis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kue tersebut, hanya saja ada setangkai bunga yang disertakan di dalamnya. Senja pun sekadar mematung, tak ada niatan untuk menerimanya."Nja ....""Maaf, tidak usah repot-repot. Saya sudah ada kue di rumah," tolak Senja.Namun, Bima tidak tersi
Read more