Sally menyeringai tipis ketika melihat reaksi Lyra. “Oh ... jadi begitu?” katanya dengan nada mengejek. “Begitu aku menyebut suamimu, kamu langsung mengalah?” Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap Lyra dengan tatapan penuh arti. “Sepertinya kamu sangat menyukai suamimu, ya.” Lyra tidak menanggapi perkataan itu. Ia hanya menatap ke bawah dengan wajah kaku. Perlahan, ia mengeluarkan amplop yang baru saja diberikan Pak Rian dari tangannya. Amplop itu ia pandangi sebentar. Uang itu adalah hasil pertama dari kerja kerasnya sebagai desainer. Namun, sebelum ia sempat mengatakan apa pun, Sally dengan cepat merebut amplop itu dari tangannya. “Biar Mama lihat,” katanya. Sally membuka amplop tersebut tanpa rasa ragu. Begitu melihat isi di dalamnya, matanya langsung berbinar. Beberapa lembar uang merah terlihat jelas di dalam amplop itu. Senyum puas langsung muncul di wajahnya. Ia menatap Lyra lagi dengan senyum tipis. “Nah, begitu dong dari tadi,” katanya santai. “Kamu senang sekali m
Read more