Pukul sembilan malam, Selina baru saja memarkirkan mobilnya di garasi. Ia tiba bersamaan dengan suaminya, Giovanni. Pria itu berdiri tak jauh dari mobil, punggungnya menghadap Selina, sedang menerima panggilan telepon dari seseorang.Dengan senyum lebar, Selina berniat mendekat.“Sayang—”Ucapan itu terhenti bersamaan dengan langkahnya. Giovanni mengangkat satu tangan, memberi isyarat agar Selina masuk ke dalam lebih dulu dan tidak mengganggunya.Selina memonyongkan bibirnya sedikit. Ia mengangkat kedua lengannya dan menggerakkan bibirnya tanpa suara.“Peluk aja.”Sayangnya, Giovanni hanya menjauhkan ponselnya dari telinga dan menggeleng pelan.“Nanti, ya. Aku masih terima telepon,” ucapnya tanpa suara, bibirnya bergerak jelas.Sesaat kemudian, ia kembali mengisyaratkan sesuatu.“Kamu masuk dulu aja.”Senyum di wajah Selina perlahan memudar. Tanpa berkata apa pun, ia berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumah seperti yang diminta Giovanni.Saat melewati ruang makan, langkah Selina me
Last Updated : 2025-12-25 Read more