Selina lalu menggeser sedikit kursinya. Ia mencondongkan tubuh ke arah Marissa dan menurunkan suaranya, berbisik pelan.“Sebaiknya Mama mulai perawatan dari sekarang,” ujar Selina hati-hati. “Supaya Mama kelihatan lebih fresh.”Marissa mendengarkan dengan saksama, matanya menyipit penasaran.“Jangan lupa juga perawatan yang lebih menyeluruh,” lanjut Selina lembut. “Biar Papa makin nempel sama Mama.”Marissa terdiam sesaat, lalu tertawa kecil. Wajahnya memerah samar, tetapi senyumnya tampak puas.“Kamu ini bisa saja,” ujarnya sambil menepuk lengan Selina pelan. “Tapi Mama mengerti maksud kamu.”Selina ikut tersenyum. Ia kembali bersandar di kursinya, meraih sendok, dan mulai menyantap makanannya. "Tunggu saja, Marissa, akhir hidupmu dengan suamimu tidak akan lama lagi," batin Selina penuh tekad dengan genggaman pada sendok yang makin mengerat. ***Pagi harinya, Selina sudah tiba di lokasi pemotretan. Ia datang lebih awal, memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.Sebelumnya, Selin
Last Updated : 2025-12-28 Read more