Beranda / Romansa / Please, Uncle Jangan Nakal! / Bab 25. Rasa yang Dirasakan Ivony

Share

Bab 25. Rasa yang Dirasakan Ivony

Penulis: Senja Berpena
last update Tanggal publikasi: 2026-05-10 21:21:59

Udara di antara mereka seolah tersulut api. Pertanyaan Damian yang begitu vulgar dan menuntut membuat seluruh pertahanan Ivony runtuh dalam kemarahan yang meluap.

Dengan sisa kekuatan yang ia miliki, Ivony menyentakkan kedua telapak tangannya ke dada bidang Damian, mendorong pria itu mundur meski hanya beberapa sentimeter.

“Aku tidak akan melakukan kesalahan apa pun, Uncle! Jadi simpan saja niat busukmu itu!” Ivony berseru dengan napas tersengal, dadanya naik-turun menahan emosi.

“Lagi pula, ji
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
𝑰𝒄𝒉𝒂 𝑸𝒂𝒛𝒂
Damian pergi pasti mau maen solo karena sudah bergairah wkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Please, Uncle Jangan Nakal!   Bab 76. Persiapkan Dirimu

    Ivony mengerjapkan matanya berulang kali, mencoba mencerna untaian kalimat yang baru saja meluncur dari bibir pria di hadapannya.Aroma maskulin yang menguar dari tubuh Damian mendadak terasa begitu memabukkan, mengacaukan pasokan oksigen ke otaknya. Namun, akal sehatnya menolak mentah-mentah pengakuan tersebut."Kau sedang membual," ketus Ivony, mencoba menegakkan kepalanya meski dadanya berdegup kencang di bawah kungkungan Damian. "Jangan mengarang cerita fiksi di depanku, Damian Alexander.""Membual tentang apa?" tanya Damian, suaranya terdengar sangat rendah dan tenang, nyaris seperti bisikan di tengah keheningan kamar."Mana mungkin pria sepertimu belum pernah bercinta?" Ivony mendengus, matanya menatap menantang, mencari celah kebohongan di manik mata abu-abu suaminya."Pria mapan, kaya, dan berkuasa seperti dirimu sudah pasti akrab dengan kehidupan malam di Warsawa. Kau pasti sudah mengenal banyak wanita malam di kota ini."Damian tidak marah. Alih-alih menjauh, ia justru menyu

  • Please, Uncle Jangan Nakal!   Bab 75. Hal Pertama Bagi Damian

    Setelah semua pakaiannya tertata rapi di dalam lemari besar bermaterial kayu ek gelap milik Damian, Ivony melangkah mundur dengan canggung. Jemarinya meremas ujung kaus katun yang ia kenakan, mencoba mencari pegangan di tengah rasa kikuk yang mendadak melumpuhkan sendi-sendinya.Kamar utama ini terlalu luas, terlalu dingin, dan terlalu didominasi oleh aroma maskulin khas kayu cendana dan tembakau mahal yang menguar dari tubuh pria yang kini resmi menjadi suaminya.Ivony melirik Damian yang sedang sibuk di sudut ruangan. Pria itu tampak begitu tenang, seolah kehadiran seorang wanita asing di wilayah pribadinya sama sekali tidak mengganggu ritme hidupnya yang presisi.Dengan gerakan yang lambat dan penuh perhitungan, Damian menata satu per satu jam tangan mewahnya di atas meja khusus berlapis beludru hitam, lalu meluruskan beberapa dasi sutra di rak gantung kecil di sebelahnya.Ivony berdehem pelan, mencoba mengusir keheningan yang mulai terasa mencekik. "Damian.""Ya?" sahut Damian tan

  • Please, Uncle Jangan Nakal!   Bab 74. Menemukan Sesuatu

    Ivony langsung mendorong tubuh Damian dengan sisa tenaga yang dimilikinya, membuat pria itu mundur selangkah tanpa melepaskan pandangan tajamnya.Wajah gadis itu mendadak semerah tomat, ekspresi salah tingkah yang coba ia sembunyikan dengan memalingkan wajah ke arah lain membuat Damian menaikkan sudut bibirnya."Kau... kenapa jalan pikiranmu cepat sekali melompat ke arah sana?" cetus Ivony, merapikan dress putih gadingnya yang sedikit kusut akibat pergerakan mendadak tadi. "Sebaiknya berikan dulu pasporku dan pastikan kelegalanku menjadi warga negara di sini!"Damian terkekeh rendah, sebuah suara bariton yang terdengar sangat langka keluar dari tenggorokannya. Ia berjalan santai menuju meja bar di sudut ruangan, menuangkan air putih ke dalam gelas kaca."Legalitasmu masih diurus oleh Tommy di kantor imigrasi pusat," jawab Damian setelah meneguk airnya, nadanya kembali santai namun tetap berwibawa."Prosedur hukum di Polandia tidak secepat membalikkan telapak tangan, Ivony. Mungkin sat

  • Please, Uncle Jangan Nakal!   Bab 73. Usulan Damian

    Damian meletakkan cangkir kopinya kembali ke atas meja marmer dengan gerakan yang teramat tenang. Sorot mata abu-abunya tidak menunjukkan keraguan sedikit pun saat menatap langsung ke dalam manik mata Ivony yang menuntut kejelasan."Aku akan memberitahunya begitu kita tiba di rumah," ujar Damian, suaranya berat dan mutlak, memotong sisa argumen yang baru saja akan dilontarkan istrinya.Ivony mendengus kesal karena Damian selalu mengulur waktu. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi restoran dengan kasar, melipat tangan di dada dengan rahang yang mengatup rapat."Selalu saja begitu. Kau selalu punya seribu alasan untuk menunda kebenaran, Damian. Apakah kau menunggu sampai Alex benar-benar mendobrak pintu apartemenmu baru kau mau jujur?"Felix kali ini membela Damian bahwa hal tersebut tidak bisa dibicarakan dalam waktu yang cepat. Ia menaruh gelas wine-nya, lalu menatap Ivony dengan ekspresi yang mendadak berubah serius, kehilangan semua rona jenaka yang biasanya melekat pada dirinya."I

  • Please, Uncle Jangan Nakal!   Bab 72. Butuh Kepastian

    Ketiganya makan siang di sebuah restoran mewah di pusat kota Warsawa sebagai bentuk perayaan atas pernikahan kilat yang baru saja terlaksana.Ruangan privat berdinding kaca besar itu menyajikan pemandangan kota yang megah, namun atmosfer di dalam kubus kaca tersebut justru terasa kaku.Alih-alih dipenuhi sukacita, meja panjang bertabur hidangan fine dining itu justru berubah fungsi menjadi meja negosiasi yang dingin.Damian meletakkan sendok peraknya, mengetuk permukaan meja marmer dengan ritme yang teratur. Namun, Damian justru memberikan aturan-aturan yang harus Ivony taati selama menjadi istrinya."Pernikahan ini sah secara hukum, Ivony. Dan karena statusmu sudah berubah, ada beberapa batasan baru yang harus kau patuhi tanpa bantahan," ujar Damian, membuka konfrontasi domestik pertama mereka.Ivony yang sedang memotong salmon panggangnya langsung menghentikan gerakan tangannya. Ia mendongak, menatap pria yang baru beberapa puluh menit lalu menciumnya di depan altar."Aturan? Kita b

  • Please, Uncle Jangan Nakal!   Bab 71. Resmi jadi Istri Damian

    Felix menatap wajah Damian dengan mulut menganga usai diminta untuk datang ke kapel hari ini juga untuk jadi saksi pernikahannya di sana dengan Ivony.Langkah kakinya yang baru saja memasuki lobi apartemen mendadak terpaku di atas marmer hitam. Ia memandang Damian, lalu beralih pada tumpukan berkas di meja yang sudah ditandatangani."Kau pasti bercanda, Damian. Hari ini juga? Sekarang?" Felix menggeleng-gelengkan kepalanya, masih tidak percaya dengan kecepatan gerak sahabatnya. "Aku tahu kau pria yang taktis, tapi ini rekor baru bahkan untuk standar kegilaanmu.""Aku tidak punya waktu untuk berdebat lagi denganmu, Felix. Kau mau menjadi saksi atau aku harus menelepon Tommy?" tanya Damian dingin, mengancingkan manset kemejanya tanpa mengalihkan pandangan."Tentu saja aku mau! Aku tidak akan melewatkan momen bersejarah di mana seorang diktator Warsawa menyerahkan kebebasannya," sahut Felix, mencoba mencairkan atmosfer yang begitu tegang.Felix menoleh ke arah Ivony yang sudah mengenakan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status