"Bagaimana, Pi?" Tanya Mami Dira kepada suaminya."Okay, Papi akui, Peter ternyata sangat pintar mengambil hati Opa.""Jadi papi, menyerah?" ejek sang istri."Enak saja! Tidak akan, sampai kapan pun Papi tidak pernah setuju Peter menikahi putri kita," tegas Tuan Zack.Mami Farah terlihat geleng-geleng kepala, mendengar perkataan suaminya."Mau Papi tidak setuju pun, toh mereka berdua sudah menikah, dan Oma dan Opa juga sangat merestui keduanya. Mami heran deh sama Papi. Entah apa yang menyebabkan Papi benci banget kepada Peter?" tanya sang istri, kepada suaminya."Karena dia selalu membuat putri kita menangis!" hardik Tuan Zack, dengan suara pelan tapi menusuk."Maksud Papi apa sih, ngomong seperti itu?" Mami Dira menjadi penasaran. Karena yang dia tahu, Peter dan Farah terlihat serasi."Mi, coba perhatikan wajah putri kita? Tidak memancarkan kebahagiaan sedikitpun! Itu tandanya, dia tertekan dengan suaminya!" "Masa, sih?" Mami Dira, tetap tak percaya dengan omongan suaminya.Tidak t
Last Updated : 2025-12-07 Read more