Ucapan Peter itu, lagi-lagi membuat Farah semakin bingung. Semua terasa tiba-tiba baginya. Lalu dia pun berkata lagi,"Mas ... aku ...." Dengan cepat Peter meletakkan satu jari telunjuknya di atas bibir sang istri. Seraya berkata,"Jangan katakan apapun sekarang. Aku akan menunggu kapan waktu yang tepat, kamu mengungkapkan isi hatimu. Tapi tidak untuk sekarang. Aku akan memberimu waktu untuk berpikir. Apakah kamu setuju?" tanya Peter kepada sang istri."I ... iya, Mas. Aku setuju. Ya sudah, aku mau ke dapur dulu," ucapnya lalu bergegas menuju dapur.Farah lalu membuka kulkas. Dirinya melihat jika kulkas miliknya telah terisi penuh dengan berbagai jenis bahan makanan."Mas, kok kulkasnya bisa terisi penuh begini?" tanyanya, kepada suaminya."Oh, Leon yang mengurus semuanya, Sayang. Masaklah sesuka hatimu. Okay?""Iya, Mas." ucap Farah lalu mulai mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan. Rencananya, Farah akan memasak beberapa masakan andalannya dan tentu saja makanan kesukaan Op
Terakhir Diperbarui : 2025-12-19 Baca selengkapnya