"Saya mau ke mall. Saya ingin ke toko perhiasan.""Hah? Toko perhiasan? Untuk apa Lo ke sana?" tanya Peter sedikit bingung."Saya mau beli cincin untuk melamarnya, dengan segera," tukas Leon."Apa?" Peter tak habis pikir, ide gilanya itu. Langsung dieksekusi oleh Leon, sang asisten."Ini kunci mobilnya, Tuan. Saya permisi dulu," pamitnya, kepada Peter."Okay. Pergilah. Semoga sukses," sahutnya lalu menerima kunci mobil itu dan melangkah masuk ke dalam rumah sakit."Hei, Bro! Lo sudah sehat kah?" sapa dokter Ridwan, saat melihat Peter berjalan di koridor rumah sakit."Wah ... sialan Lo, Bro! Emang gue sakit apa, sih?" kesal Peter kepada temannya."Sakit cinta! Ha-ha-ha!" Dokter Ridwan tidak dapat menahan tawanya. Dia tidak sadar jika saat ini mereka sedang berada di kawasan rumah sakit, dan dirinya sedang shift pagi."Terus saja, Lo tertawa. Biar para pasien Lo, pada demo ke Lo!" ketus Peter."Oupps!" Dengan cepat dokter Ridwan mengatupkan bibirnya. Dia lalu melihat sekelilingnya."Am
Terakhir Diperbarui : 2025-12-12 Baca selengkapnya