Pagi itu, suasana koridor kantor tampak ramai seperti biasa. Namun, begitu melangkah masuk melalui pintu kaca utama bersama Rangga, sosok Rina yang berdiri di dekat meja resepsionis langsung mengenali Ayu dari kejauhan."Ayuuuu!" jerit Rina histeris. Ia berlari kencang mendekati Ayu, lalu tanpa aba-aba langsung menjatuhkan tubuhnya, memeluk Ayu dengan sangat erat."Huuuhuuuhuuu... Tega kamu, Ayu! Udah lama enggak masuk kerja, sekalinya masuk malah bawa surat resign! Huuuuuhuuuhuuu!" Rina terisak kencang di bahu Ayu, meratapi kepindahan sahabatnya itu.Ayu menepuk-nepuk punggung Rina dengan lembut. "Iya, Rin, iya... maafin aku, ya."Ayu melepaskan sedikit dekapan hangat sahabatnya. "Bentar deh, aku antar surat resign ini dulu ke dalam. Kalau udah kelar semua urusannya, nanti kita ngobrol, ya?""Beneran, ya? Janji, ya?" tagih Rina sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi. "Awas kamu kalau tiba-tiba hilang lagi!""Iya, Rin, beneran janji," jawab Ayu meyakinkan.Rangga yang berdi
Terakhir Diperbarui : 2026-08-01 Baca selengkapnya