Daniel tidak perlu diminta dua kali. Tangannya bergerak cekatan, menyingkap gaun Ayu ke atas. "Kamu basah," bisik Daniel serak saat jarinya menyentuh area pribadi Ayu yang hanya terhalang kain tipis. "Gara-gara aku pegang di bar tadi? Atau gara-gara ngebayangin ini?""Diem... jangan banyak omong," Ayu membenamkan wajahnya di bahu Daniel, malu sekaligus tak tahan.Daniel mengangkat tubuh Ayu dengan mudah. Ayu melingkarkan kakinya di pinggang Daniel, punggungnya menempel erat pada dinding dingin. Posisi ini membuatnya merasa rentan, tapi di saat yang sama, ia memegang kendali atas Daniel.Saat mereka menyatu, Ayu mendongak, menahan teriakan agar tidak terdengar keluar. Sensasi penuh yang tiba-tiba itu membuatnya pusing. Dunia menyempit. Tidak ada beach club mewah, tidak ada Jack yang mencurigakan, tidak ada Rangga yang abai. Hanya ada napas Daniel yang memburu di telinganya, gesekan kulit mereka yang berkeringat, dan ritme gerakan yang semakin lama semakin liar.“Niel... ah!" Ayu menggi
Terakhir Diperbarui : 2026-01-11 Baca selengkapnya