Rangga mendorong tubuh Ayu hingga telentang di atas karpet tebal di kaki tempat tidur. Ia tidak sabar memindahkannya ke kasur. Ia menindih Ayu, lututnya memisahkan kedua paha istrinya dengan paksa."Buka... buka buat aku, Ay," perintah Rangga napasnya memburu di telinga Ayu.Ayu melebarkan kakinya, membiarkan Rangga melihat segalanya. "Masuk, Ngga. Masukin punya kamu sekarang."Rangga dengan tangan gemetar membuka ikat pinggangnya, menurunkan celananya sebatas lutut dengan kikuk karena terburu-buru. Ia sudah keras, sangat keras. Tanpa foreplay lebih lanjut, ia mengarahkan miliknya ke inti tubuh Ayu yang sudah basah."Ahhh!" Ayu berteriak tertahan saat Rangga menghujamnya dalam satu kali dorongan penuh. Rasanya penuh, sesak, dan nyata. Jauh lebih memuaskan daripada jari-jarinya sendiri saat video call tadi."Sempit... Ya Tuhan, Ayu... enak banget," rintih Rangga. Ia mulai bergerak dengan tempo cepat, tidak beraturan, didorong oleh adrenalin dan emosi yang meledak-ledak.Ayu mencengkera
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-27 อ่านเพิ่มเติม