Share

Bab 52

Author: Khai Tsan
last update Last Updated: 2026-01-01 22:57:08

Ayu membeku sejenak. Di depannya berdiri seorang pria dengan kemeja hitam yang tidak dikancingkan sepenuhnya, menampakkan kalung perak yang berkilau di bawah lampu remang beach club. Senyum tipis yang sinis dan menantang itu muncul di wajahnya.

"Aku bilang, kan? Jangan sampai pikiranmu tidak tenang, Ayu," ucap Daniel dengan suara rendah yang menggetarkan saraf-saraf Ayu. "Sepertinya suamimu sedang sibuk dengan ‘urusan’ lain. Jadi, aku pikir kamu butuh teman."

Ayu masih terpaku. Dunianya seolah berputar. Di ujung sana ada suaminya yang entah sedang melakukan apa dengan pria lain, dan di depannya ada pria yang seharusnya berada ratusan kilometer jauhnya di Jakarta.

"Kenapa... kenapa kamu bisa di sini?" tanya Ayu terbata-bata.

Daniel mendekatkan wajahnya ke telinga Ayu; embusan napasnya terasa panas di kulit leher Ayu. "Karena aku tahu, pada akhirnya, hanya aku yang bisa benar-benar menyentuhmu seperti yang kamu mau. Bukan suamimu."

"Daniel, lepas... Kamu gila!" desis Ayu setengah tertah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 53

    Ayu turun dari kursi bar, kakinya sedikit gemetar karena heels dan adrenalin. Ia melangkah mengikuti punggung tegap Daniel. Mereka melewati kerumunan orang yang sedang berdansa, melewati pelayan yang membawa nampan berisi botol-botol mahal.Daniel berbelok ke lorong yang sedikit lebih sepi, menuju arah toilet. Namun, alih-alih masuk ke toilet pria atau wanita yang terpisah, Daniel menarik lengan Ayu kasar menuju sebuah pintu unisex khusus penyandang disabilitas yang letaknya agak tersembunyi di ujung lorong."Niel—"Daniel tidak membiarkan Ayu bicara. Ia mendorong Ayu masuk, lalu dengan cepat ikut masuk dan mengunci pintu di belakangnya.Bunyi klik kunci pintu itu terdengar sangat nyaring di telinga Ayu, seolah mengunci akal sehatnya di luar sana.Ruangan itu cukup luas, bersih, dan beraroma pewangi jeruk nipis yang tajam. Suara musik dari luar masih terdengar, tapi teredam tembok tebal, menyisakan getaran bass yang merambat di lantai dan dinding.Belum sempat Ayu mengatur napas, Dani

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 52

    Ayu membeku sejenak. Di depannya berdiri seorang pria dengan kemeja hitam yang tidak dikancingkan sepenuhnya, menampakkan kalung perak yang berkilau di bawah lampu remang beach club. Senyum tipis yang sinis dan menantang itu muncul di wajahnya."Aku bilang, kan? Jangan sampai pikiranmu tidak tenang, Ayu," ucap Daniel dengan suara rendah yang menggetarkan saraf-saraf Ayu. "Sepertinya suamimu sedang sibuk dengan ‘urusan’ lain. Jadi, aku pikir kamu butuh teman."Ayu masih terpaku. Dunianya seolah berputar. Di ujung sana ada suaminya yang entah sedang melakukan apa dengan pria lain, dan di depannya ada pria yang seharusnya berada ratusan kilometer jauhnya di Jakarta."Kenapa... kenapa kamu bisa di sini?" tanya Ayu terbata-bata.Daniel mendekatkan wajahnya ke telinga Ayu; embusan napasnya terasa panas di kulit leher Ayu. "Karena aku tahu, pada akhirnya, hanya aku yang bisa benar-benar menyentuhmu seperti yang kamu mau. Bukan suamimu.""Daniel, lepas... Kamu gila!" desis Ayu setengah tertah

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 51

    Ayu menyesap gelas cocktail-nya perlahan, matanya tidak sedetik pun lepas dari interaksi di sofa seberang. Dentum musik house yang menggema di beach club itu seolah menjadi latar suara bagi badai yang mulai bergemuruh di kepalanya.Pandangannya terpaku pada tangan Jack. Pria Australia itu kini menyandarkan lengannya di sandaran sofa, tepat di belakang leher Rangga, seolah sedang memagari wilayah kekuasaan.Apa aku saja yang terlalu sensitif? batin Ayu. Atau memang ada yang salah dengan cara Jack menatap suamiku?Ayu memperhatikan bagaimana Rangga tertawa lepas. Rangga bukan tipe pria yang dingin, ia ramah pada siapa saja, tapi ada sesuatu yang mengusik Ayu malam ini. Rangga tidak tampak risih saat Jack sesekali menepuk paha atau mendekatkan wajah untuk berbisik di tengah kebisingan musik. Biasanya, Rangga akan sedikit menjaga jarak jika ada orang lain—siapa pun itu—yang masuk ke ruang pribadinya secara berlebihan. Tapi dengan Jack? Rangga seolah melarutkan diri dalam kenyamanan yang m

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 50

    Suara koper yang ditutup rapat menggema di kamar yang luas itu. Rangga tampak sibuk memeriksa daftar barang di ponselnya, sementara Ayu terduduk di tepi ranjang, menatap kosong ke arah jendela."Sayang, sunblock kamu sudah masuk? Di Bali nanti bakal panas banget," tanya Rangga tanpa menoleh."Sudah, Sayang. Semuanya sudah lengkap," jawab Ayu pendek.Rangga menghampiri Ayu, lalu berlutut di depannya. Ia menggenggam tangan istrinya dengan hangat."Hei, kenapa lemas gitu? Ini second honeymoon kita, Yu. Aku ingin kita benar-benar lepas dari penat Jakarta. Cuma aku dan kamu di Uluwatu. Oke?"Ayu tersenyum dipaksakan. "Iya, Sayang. Aku cuma... sedikit kurang tidur saja.""Makanya, nanti di pesawat kamu tidur ya," ujar Rangga sambil mengecup keningnya. "Aku ke ruang kerja sebentar, mau kirim email terakhir ke kantor supaya tidak diganggu selama kita di sana."Begitu Rangga menutup pintu, Ayu segera meraih ponselnya. Jantungnya berdebar saat membuka kolom percakapan dengan Daniel.Ayu: "Niel,

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 49

    "Sshhh... pelan-pelan, Sayang. Itu... ahhh, di situ," desis Rangga. Kepalanya mendongak ke belakang, urat-urat di lehernya menegang. "Kamu luar biasa malam ini. Kenapa kamu begitu lapar, hmm?"Ayu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru semakin memperdalam hisapannya, menciptakan suara-suara basah yang memenuhi keheningan kamar. Tangan Ayu meremas paha dalam Rangga, menarik tubuh suaminya agar semakin mendekat padanya."Sayang... kamu suka?" gumam Ayu di sela-sela kegiatannya. Suaranya terdengar sangat provokatif."Suka? Aku bisa gila, Yu! Terus... jangan berhenti," rintih Rangga. Tangannya kini berpindah ke rambut Ayu, mencengkeramnya dengan lembut namun posesif, membimbing ritme istrinya agar sesuai dengan pacuan jantungnya yang kian menggila.Gerakan Ayu semakin cepat. Ia memberikan stimulasi yang begitu intens hingga Rangga merasa dunianya hanya terfokus pada satu titik itu. Napas Rangga menjadi pendek-pendek; tubuhnya mulai mengejang karena sensasi yang terlalu kuat."Aku mau

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 48

    Suasana di ambang pintu dapur terasa membeku selama beberapa detik yang menyiksa. Ayu masih bisa merasakan denyut di pusat kewanitaannya, sebuah sensasi yang baru saja mencapai puncaknya dan meninggalkan jejak lemas di sekujur kakinya. Tangannya masih sedikit gemetar saat ia berpura-pura merapikan letak piring pencuci mulut di atas meja.Rangga berdiri di sana, menatap mereka berdua dengan dahi berkerut, mencoba mencerna pemandangan di depannya. Daniel, dengan ketenangan luar biasa, hanya memutar tubuhnya perlahan. Tidak ada kegugupan, tidak ada keringat dingin. Ia justru menyunggingkan senyum tipis yang tampak sangat alami."Tadi Ayu hampir terpeleset, Ngga," ucap Daniel santai, suaranya terdengar stabil dan berat. "Lantainya agak licin di dekat wastafel. Untung gue sempat menahan lengannya supaya nggak jatuh ke arah meja."Daniel bahkan sempat melirik ke arah lantai seolah benar-benar ada tumpahan air di sana. Kebohongan itu meluncur begitu mulus dari bibirnya, seolah ia sudah terbi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status