Share

Bab 52

Author: Khai Tsan
last update publish date: 2026-01-01 22:57:08

Ayu membeku sejenak. Di depannya berdiri seorang pria dengan kemeja hitam yang tidak dikancingkan sepenuhnya, menampakkan kalung perak yang berkilau di bawah lampu remang beach club. Senyum tipis yang sinis dan menantang itu muncul di wajahnya.

"Aku bilang, kan? Jangan sampai pikiranmu tidak tenang, Ayu," ucap Daniel dengan suara rendah yang menggetarkan saraf-saraf Ayu. "Sepertinya suamimu sedang sibuk dengan ‘urusan’ lain. Jadi, aku pikir kamu butuh teman."

Ayu masih terpaku. Dunianya seolah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 126

    Berikut adalah hasil perbaikan tanda baca, huruf kapital, dan keselarasan dengan EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) Edisi V:Ayu melirik dari balik bahunya, menatap Daniel dengan mata sayu yang penuh kabut gairah. Jemarinya yang ramping mencengkeram erat batang kejantanan Daniel, menempelkannya tepat di depan lubang belakangnya yang sudah berdenyut kencang."Yu... kamu serius?" tanya Daniel. Napasnya memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat. "Kamu mau di situ? Tapi ini belum pakai pelumas...""Aku sudah sangat basah di bawah sana, Niel. Pakai sisa cairan yang tadi," bisik Ayu dengan suara serak. Ia membasahi jarinya sendiri, lalu mengusapkannya ke lubang belakangnya untuk memberi sedikit jalan. "Masukkan sekarang, Niel. Jangan banyak tanya.""Ahhh, sialan. Kamu benar-benar bikin aku gila hari ini," geram Daniel."Masuk, Niel. Hantam aku dari belakang," tuntut Ayu, suaranya naik satu oktav karena tidak sabar.Daniel memegang pinggul Ayu dengan kedua tangannya yang be

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab125

    "Nieel, emmbh aaah..." rintih Ayu dengan suara yang tertahan di tenggorokan. Kedua matanya terpejam rapat saat merasakan kehangatan yang basah dan sangat intim mulai menyapu sensitivitas bagian bawahnya.Ayu meremas ujung sofa kulit abu-abu itu dengan sangat kencang hingga kuku-kukunya memutih. Untuk menikmati sensasi panas yang menjalar tersebut, Ayu mengangkat bokongnya lebih tinggi ke udara. Tangan kirinya bertumpu kuat menahan beban tubuhnya di atas sofa, sementara tangan kanannya bergerak ke belakang, memegang sebelah belahan bokongnya yang sintal dan menariknya lebar-lebar ke samping."Iya, Niel... ahh, kayak gitu... jilat terus, Niel, aaaah!" desah Ayu, tubuhnya gemetar menerima serangan lidah Daniel yang begitu lihai.Rasa rindu yang membakar membuat Ayu kehilangan seluruh urat malunya. Gairah liar yang dipicu dari permainan semalam bersama Rangga seolah menuntut kepuasan yang lebih ekstrem pagi ini."Sayang, uuuh... jilat sebelah sini juga," bisik Ayu dengan napas memburu. Ja

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 124

    Di atas sofa abu-abu itu, posisi mereka kini berubah. Ayu bergerak merangkak naik dan duduk di atas pangkuan Daniel. Ia memimpin permainan, menaik-turunkan pinggulnya dengan ritme yang semakin cepat, membiarkan kejantanan Daniel menghujam bagian depannya dengan telak. Ruang tamu vila kuno itu kembali riuh oleh suara kulit yang beradu dan deru napas yang memburu."Uuuh, Ayu... kamu semakin liar, aah," ucap Daniel. Suaranya serak, kedua tangannya mencengkeram pinggul Ayu untuk mengimbangi gerakan liar wanita itu.Ayu memejamkan mata, kepalanya mendongak dengan rambut yang basah oleh keringat. "Kamu suka, kan, Niel... ahh... kalau aku di atas seperti ini?" ucap Ayu sambil terus memutar dan menggerakkan pinggulnya di atas batang kejantanan Daniel."Suka banget, Yu... terus, Niel... ahh..." jawab Daniel dengan napas yang semakin pendek.Ayu membawa kedua tangannya ke depan, menuntun tangan Daniel untuk naik ke atas tubuhnya. "Remas dadaku, Niel... ahh, aku rindu banget sama sentuhanmu," la

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 123

    "Masuk dulu, Yu," ucap Daniel dengan nada gugup. Tangannya yang agak gemetar menarik lengan Ayu agar segera melangkah melewati ambang pintu.Ayu melangkah masuk ke dalam ruangan yang remang-remang. Sementara itu, Daniel sempat mengeluarkan kepalanya lagi ke luar, menengok ke kanan dan ke kiri halaman dengan waswas, memastikan tidak ada mobil lain yang membuntuti. Setelah merasa aman, ia menarik kepalanya kembali ke dalam.*Klik.*Seketika setelah pintu kayu besar itu tertutup rapat dan terkunci, pertahanan mental Ayu runtuh. Rasa rindu, takut, dan bingung yang ia tahan sepanjang jalan meledak begitu saja. Tanpa membuang waktu, Ayu langsung maju dan memeluk tubuh Daniel dengan erat dari belakang, menyandarkan wajahnya pada punggung pria itu.Bahunya mulai naik turun, sedikit terisak. "Kamu kenapa tiba-tiba pergi, Niel? Apa maksud pesan kamu kalau kita tidak bisa bersama lagi?"Daniel menghela napas panjang, tubuhnya menegang di dalam dekapan Ayu. "Rumit kalau diceritakan, Yu. Tapi sebe

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 122

    "Kayaknya aku kenal daerah ini," gumam Ayu sambil memicingkan matanya, memperhatikan rute di Google Maps yang terpasang di dekat kemudi mobilnya.Mobilnya terus melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai padat. Ayu mengetuk-ngetuk setir dengan jari, mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali ia melewati rute jalanan yang dipenuhi pohon-pohon besar ini."Tunggu dulu... ini kan jalan ke arah Jagakarsa," ucap Ayu pada diri sendiri. Ia melirik sekilas ke arah secarik kertas dari Rangga yang diletakkannya di dasbor. "Alamat ini... astaga, kenapa aku bisa lupa?"Ayu mendadak teringat sesuatu yang membuat bulu kuduknya meremang. Lokasi yang dituju di peta digital itu bukan daerah asing."Ini kan salah satu aset milik keluarga Rangga," gumam Ayu dengan nada tidak percaya. "Iya, benar. Ini tanah milik almarhum ayahnya Rangga. Tapi... kenapa Daniel bisa ada di sana? Untuk apa Daniel sembunyi di properti keluarga suamiku?"Pertanyaan-pertanyaan itu langsung memicu perang batin di dalam kepala A

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 121

    Guyuran air hangat yang membasahi tubuh telanjangnya justru membuat Ayu merasa semakin gerah dan bergairah. Di dalam benak Ayu, tergambar dengan sangat jelas wajah kaku Rangga semalam yang sedang berada di atas tubuhnya. Bayangan sentuhan tangan Rangga yang meremas bagian depan dan belakangnya terasa begitu nyata."Rangga... ahh... fffh... Rangga..." Ayu terus menyebut nama suaminya di antara desahan napasnya yang semakin memburu. Jari-jarinya di bawah sana bergerak semakin liar dan menekan sudut-sudut terdalam yang paling sensitif.Hasrat yang semakin besar dan tak terbendung membuat Ayu semakin menggila di dalam kamar mandi. Rasa tanggung karena berdiri membuatnya tidak puas. Ayu bergerak dengan napas terengah-engah, lalu memutar keran untuk mematikan shower. Suasana kamar mandi mendadak menjadi hening, hanya menyisakan suara deru napas Ayu yang berat.Ayu kemudian duduk di atas lantai kamar mandi yang basah dan licin. Ia bersandar pada dinding keramik, lalu mengangkat kedua kakinya

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 78

    Ayu merebahkan dirinya di atas sofa panjang di ruang tamu, membiarkan Daniel melihat setiap jengkal tubuhnya yang terekspos. Pikirannya kembali melayang pada Rangga. Ia membayangkan Rangga sedang melakukan hal yang sama dengan Roselyn di Melbourne.Anehnya, bayangan itu justru memicu adrenalin Ayu.

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 81

    Napas mereka berdua perlahan mulai teratur, meski keringat masih membasahi kulit yang saling bersentuhan. Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel, matanya terpejam dengan senyum tipis terukir di bibir. Rasanya seperti melayang. Beban berat di pundaknya seolah hilang sesaat, digantikan oleh

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 74

    Gerakan Rangga terlihat sedikit gelagapan. Ia menyambar ponsel itu dengan cepat, jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Ia melirik layar sekilas, lalu wajahnya berubah sedikit tegang."Sebentar ya, Sayang," ucap Rangga buru-buru sambil berdiri dari kursinya. "Penting. Orang kantor pusat."Ayu hanya

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 72

    "Bukan istri bodoh," koreksi Daniel. "Tapi mata-mata. Kamu masuk ke kandang musuh, kumpulin informasi, sambil nunggu aku kasih data lengkap soal Roselyn. Begitu kita punya bukti fisik siapa perempuan itu... boom. Kamu bisa hancurkan Rangga sehancur-hancurnya dengan elegan. Tanpa perlu teriak-teriak

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status