Malam itu kamar terasa lebih dingin dari biasanya. Binar lagi-lagi bertanya dengan suara lembut tapi penuh kekhawatiran, “Kamu kenapa, sih, akhir-akhir ini berubah? Kamu menjauh, marah-marah kecil, lebih banyak diam, dan kayak ada yang kamu pendam.”Bhaga merasa dadanya sesak. Pertanyaan itu seperti pisau yang terus menusuk luka trauma pengkhianatan yang belum sepenuhnya bisa dia terima. Dia lelah. Karena terus ditanyai, berpura-pura kuat, dan kehilangan energi setiap kali Binar mendekat. Hal itu membuatnya terus mengingat, bahwa orang terdekat justru yang paling mengecewakan.“Aku nggak apa-apa,” jawab Bhaga pendek, suaranya datar. Tapi matanya berubah gelap ketika menatap Binar. Tanpa banyak kata, dia menarik tangan Binar kasar dan membawanya ke ranjang.Aku nggak mau dipertanyakan lagi. Kalau aku cerita, kamu pasti kuatir. Lebih baik aku lepaskan semua ini lewat tubuh kamu. Maaf, Bin… tapi malam ini aku butuh kamu dengan keras.Binar sempat kaget dengan tarikan Bhaga, tapi dia meng
Terakhir Diperbarui : 2026-06-06 Baca selengkapnya