Sementara beberapa kilometer dari sana—Roy masih duduk berhadapan dengan Shana.Menatap putrinya dengan keheningan yang perlahan memeluk canggung di antara mereka.Ada begitu banyak hal yang ingin ia tanyakan.Tentang tawa yang melewatkan masa kecil Shana.Tentang luka yang diam-diam menyusun kehidupannya.Tentang Arion.Tentang Laras.Namun untuk hari ini—melihat Shana duduk di hadapannya saja sudah terasa lebih dari cukup.Setidaknya untuk sebuah awal yang sempat runtuh.Roy memandangi mata gadis itu, menatap pantulan dirinya sendiri yang terlalu lama absen."Shana.""Iya?""Kalau suatu saat kamu merasa dunia terlalu berat..."Roy menghentikan ucapannya, tenggorokannya terasa tersumbat."...hubungi Ayah."Shana tersenyum tipis, sebentuk senyum yang hangat namun menyimpan jeda panjang."Baik, Ayah."Roy mengangguk, berusaha menahan denyut hangat di dadanya.Namun sebelum Shana sempat merapikan tas dan berdiri—Roy kembali menahan napasnya."Dan satu hal lagi."Shana menatapnya leka
Last Updated : 2026-08-16 Read more