Apartemen itu mendadak sunyi.Hanya menyisakan detak jantung yang berpacu kencang di balik kesunyian yang mencekam. Arion merayap di atas lantai kayu.Mendekat hingga jarak di antara mereka nyaris tak bersisa.Aroma parfum Shana yang manis bercampur dengan samar wangi hujan menguar.Memabukkan indra penciuman Arion.Arion mengulurkan tangannya.Menyelipkan helaian rambut ke belakang telinga Shana. jemarinya sengaja menyentuh kulit leher yang halus dan hangat.Tatapan mereka terkunci, sarat akan kebutuhan yang tak lagi bisa ditahan."Shana," bisik Arion dengan suara serak,Tanpa sepatah kata pun Shana menjawab.Shana mencondongkan tubuhnya.membiarkan selimut yang sedari tadi menutupi bahunya melorot jatuh ke lantai.Membiarkan kulit bahunya terekspos udara dingin apartemen yang kontras dengan panas tubuh mereka.Napas mereka mulai memburu.Saling memburu oksigen yang kian menipis.Tangan Arion yang kasar menyusuri garis rahang Shana.Menekan lembut hingga Shana memejamkan mata semba
Terakhir Diperbarui : 2026-07-18 Baca selengkapnya