Arion membisu, tatapannya nyalang dan sarat akan gairah saat menelusuri lekuk tubuh molek Shana yang terhampar tanpa sehelai benang pun. Perlahan, ia membawa wajahnya merapat ke pangkal paha Shana, menghirup aroma feminin yang memabukkan sebelum membelai lembah sensitif itu dengan lidahnya yang panas dan buas. Sentuhan kasar yang merayap di antara helai-helai halus itu memicu gelombang kenikmatan yang membabi buta dalam diri Shana. Ia menggeliat hebat, jari-jemarinya mencengkeram kuat rambut Arion, sementara erangan tertahan—"K-Kak Arion... Ssssh... Ugh..."—lolos dari celah bibirnya yang bergetar.Tak cukup di sana, Arion menelusuri perut rata Shana dengan sapuan lidah yang panas, sementara kedua tangannya bergerak liar, meremas serta memilin sepasang payudara Shana yang kenyal. Tak lama, Arion beralih menyapu dan mengisap puncak sensitif itu hingga Shana melenguh panjang. Di tengah kabut gairah, Shana mencoba menahan diri, "K-Kak... aku tak tahan... hentikan, Kak... kita sudah terlal
Dernière mise à jour : 2026-05-25 Read More