Saat Raga berdiri bersandar di mobil sambil menghisap rokok pelan-pelan, suasana di depan kosan lama itu terasa tenang. Angin sore menggerakkan dedaunan, dan beberapa kendaraan melintas pelan di jalan besar. Raga menarik napas panjang, menikmati momen singkat istirahat itu. Tapi tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah dalam gedung kosan. Suara langkah terburu-buru, beberapa suara membentak, lalu terdengar benda-benda seperti digeser secara kasar. Raga langsung menoleh cepat ke arah gerbang kosan itu. “Lah… ada apa tuh ribut-ribut,” gumamnya sambil memicingkan mata. Tak sampai lima detik, pintu gerbang terbuka mendadak. Keluar Ningsih sambil menenteng kotak kardus ukuran sedang, wajahnya tegang, merah, seperti menahan tangis. Nafasnya terengah, dan tatapannya penuh emosi yang jelas berusaha ia tahan. Di belakangnya, menyusul seorang cowok dengan ekspresi kesal. Wajah cowok itu memerah, suaranya lantang, dan ia terus mengoceh, berusaha mengejar langkah Ningsih yang tidak memed
Terakhir Diperbarui : 2025-12-01 Baca selengkapnya