Keesokan paginya, udara masih agak dingin. Raga berhenti di depan rumah Intan. Mobilnya belum dimatikan, tapi dia sempat duduk beberapa detik sambil ngelirik kursi kosong di sebelahnya. Beberapa saat kemudian pintu rumah terbuka. Intan muncul sambil nenteng koper yang cukup besar. Rambutnya diikat rapi, tapi wajahnya keliatan capek kayak habis mikir banyak hal semalaman. Raga turun, langsung jalan cepat menghampiri. “Sini, aku bawain,” ucap Raga sambil meraih gagang kopernya. Intan menyerahkannya tanpa nolak, cuma bilang pelan, “Makasih ya, Ga,” sambil jalan di belakang Raga menuju mobil. Begitu koper masuk bagasi dan Intan mau buka pintu, dia sempat ngomong lagi, “Padahal kamu gak usah repot-repot nganterin aku segala.” Raga nutup bagasi dan jawab pelan, “Gak apa-apa, Tan. Mumpung aku free.” Mereka masuk mobil. Suasana awalnya sepi, cuma suara AC dan jalanan yang masih agak lengang. Beberapa menit kemudian, Intan akhirnya bicara. “Ga,” panggilnya pelan. “Hm?” jawa
Last Updated : 2025-11-25 Read more