Arkhan masih terpaku di kursi rotan itu, menatap kosong ke arah pohon mangga di sudut halaman belakang dengan rokok yang sudah hampir habis terbakar. Pikirannya benar-benar kacau memikirkan ancaman halus dari Raya, sampai-sampai ia tidak menyadari suara pagar depan yang terbuka. "Mas? Kok malah melamun di sini, kopinya sampai dingin begitu," tegur Intan sambil meletakkan sebungkus bakso di atas meja kayu. Arkhan tersentak kaget dan hampir menjatuhkan puntung rokoknya, ia segera berusaha mengubah raut wajahnya menjadi lebih tenang. "Eh, udah pulang kamu, Sayang? Nggak lama ya ternyata makannya," sahut Arkhan sambil memaksakan senyum tipis. Intan memperhatikan wajah suaminya dengan saksama, lalu ia duduk di kursi yang tadi ditempati oleh Raya. "Lama lho Mas, aku tadi sempat ngobrol sebentar sama Inara di depan, Mas kenapa sih? Mukanya pucat begitu," tanya Intan sambil menyentuh dahi Arkhan dengan cemas. Arkhan segera memegang tangan istrinya dan mengecupnya pelan, mencoba mengal
Last Updated : 2026-02-04 Read more