Raga melangkah masuk ke halaman rumah dengan wajah yang sumringah, hampir saja ia bersiul saking senangnya. "Wah, Mas Raga pulang-pulang kok senyumnya lebar banget, ada apa Mas?" tanya Ranti sambil meletakkan tumpukan baju di sampingnya.Raga langsung duduk di antara mereka dengan semangat, ia menaruh kopi bungkusan yang ia bawa dari warung desa. "Kabar bagus, Dek! Ternyata orang-orang di desa sini baik banget, Mas baru aja ngobrol sebentar, eh malah ditawarin bantuan kayu buat bikin keramba," pamer Raga sambil menatap kedua istrinya bergantian.Wulan tersenyum lega, ia mengusap lengan suaminya dengan lembut. "Syukurlah kalau Mas diterima baik di sini, aku sempet khawatir orang kota kayak Mas bakal kaku kalau ngobrol sama warga desa," sahut Wulan sambil terkekeh kecil.Raga menggeleng mantap, ia merasa benar-benar dihargai bukan karena uangnya, tapi karena sikapnya. "Nanti sore Mas mau ambil kayunya ke rumah Pak RT, beliau malah mau bantu Mas masang pondasinya juga biar kuat nahan ar
Última actualización : 2026-02-20 Leer más