"Yaudah Na, ayo naik dulu, kita pulang bareng biar nggak kemalaman di jalan," ajak Arkhan sambil menepuk jok belakang motornya dengan gugup. Anna naik ke boncengan tanpa banyak bicara, tapi begitu motor mulai melaju, ia kembali mencondongkan badannya ke depan. "Mas belum jawab lho, ngapain tadi di hotel? Mana sendirian lagi keluarnya," tanya Anna tepat di telinga Arkhan. Arkhan yang merasa terpojok segera memutar otak dan melihat tukang martabak di pinggir jalan sebagai penyelamat. "Kita mampir beli martabak dulu ya, kamu mau kan? Mas yang traktir sekalian buat orang rumah," potong Arkhan sambil langsung membelokkan motornya. Sambil menunggu pesanan martabak disiapkan, Arkhan mengajak Anna duduk di kursi plastik yang agak menjauh dari keramaian. "Na, Mas minta tolong banget, jangan bilang siapa-siapa soal tadi ya, terutama ke Mbak Intan," bisik Arkhan dengan wajah memelas. Anna menaikkan satu alisnya sambil melirik Arkhan dengan tatapan yang sulit diartikan. "Wah, emangnya ada rah
Last Updated : 2026-02-09 Read more