Ares berjalan perlahan menuju kamar utama setelah memastikan Kelana sudah tenang dan bermain bersama David di kamarnya. Langkahnya terasa berat seperti membawa beban raksasa di pundaknya. Begitu membuka pintu kamar, ia langsung menemukan Raya duduk di tepi tempat tidur dengan ponsel di tangan, berbicara dengan seseorang. Istrinya itu menoleh sambil tersenyum hangat "…iya, Bu. Aku mengerti. Makasih ya, Bu. Nanti aku coba," ucap Raya pelan ke ponselnya. Ares terdiam di ambang pintu, mendengarkan. "Iya, aku janji bakal sabar. Aku gak akan menyerah," lanjut Raya. "Oke, Bu. Aku tutup dulu ya. Sayang Ibu juga." Raya menutup teleponnya, ponselnya di simlan di nakas. Tangannya terulur meminta Ares mendekat. Ares melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Tanpa kata, Ares cepat menghampiri Raya, langsung memeluknya sangat erat. "Aku minta maaf lagi," bisiknya parau di telinga Raya. "Maaf, Sayang. Maaf buat semuanya." Raya membalas pelukan Ares. Tangannya mengusap punggung suaminya
Terakhir Diperbarui : 2026-01-12 Baca selengkapnya