Raya duduk di samping Ares, wajahnya memerah, senyumnya tak pudar. Ares masih menatapnya. Terpesona, terpaku, seolah dunia berhenti berputar. Fattah menyenggol kakinya pelan. "Res, fokus," bisik Fattah sambil menahan tawa. Ares tersadar, lalu menatap ke depan dengan wajah memerah. Prosesi janji setia dua insan dalam ikatan sah di mata Tuhan dan negara berlangsung khidmat. Ares menarik napas dalam. Mengucapkan sumpah pernikahan dengan suara yang jelas, lantang, penuh keyakinan. Tak lama penghulu menyatakan sah, Tepuk tangan riuh langsung meledak di seluruh ballroom. Teriakan rasa syukur dan "Selamat!" terdengar dari berbagai sudut, terutama dari Brandon, Kevin, Fattah, dan Geri yang bersorak kencang sambil bertepuk tangan. Seperti menonton bola, membuat para istrinya meminta mereka diam. Ketegangan di wajah Ares seketika mencair menjadi senyum haru. Ia menunduk dalam, mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Napasnya tersengal, dadanya sesak karena terlalu banyak emosi yang m
最終更新日 : 2026-01-05 続きを読む