Setelah makan malam selesai, Kelana sudah tertidur di pelukan Raya, kelelahan setelah seharian bermain. Raya membawanya ke kamar dengan bantuan suster, meninggalkan Ares dan Kenzie di ruang makan yang kini terasa lebih luas dan sepi. "Ikut aku ke ruang kerja," ucap Ares sambil berdiri. Bukan ajakan, tapi perintah. Kenzie mengangguk, mengikuti ayahnya menyusuri koridor menuju ruang kerja pribadi di ujung rumah. Di ruang kerja, Ares tidak langsung duduk. Ia berdiri di depan jendela besar, memandang taman belakang yang diterangi lampu-lampu taman. Tangannya dimasukkan ke saku celana, bahunya terlihat berat. Kenzie berdiri dekat emja kerja. Ia tak berniat untuk mulai bicara atau menunggu. "Lulu dan Zavier akan hadir di pernikahanmu?" tanya Ares tiba-tiba, tanpa basa-basi, tanpa menoleh. "Aku tidak mengundang Om Zavier," jawab Kenzie cepat. Ares akhirnya menoleh, alisnya terangkat. "Kenapa? Dia ayah kandungmu." "Aku tahu," jawab Kenzie dengan suara yang sedikit keras—defensif. "Tap
Last Updated : 2026-01-27 Read more