Pesta kejutan itu berlangsung sangat meriah. Ares, yang biasanya kaku dan selalu waspada, akhirnya benar-benar melepaskan tamengnya. Malam itu, ia bukan seorang pemimpin perusahaan yang sedang terhimpit masalah internasional, melainkan seorang suami, ayah, dan sahabat yang sedang dicintai. "Jadi, ini alasan kamu mendadak ingin melihat jerapah?" goda Ares sambil merangkul pinggang Raya, sementara mereka memperhatikan Brandon dan Kevin yang sedang beradu argumen lucu tentang siapa yang paling berjasa memasang balon. Raya tertawa, menyandarkan kepalanya di bahu Ares. "Tentu saja. Kelana benar-benar membantu misiku hari ini." Di sudut ruangan, David mendekat. Wajahnya yang tadinya tegang di dalam mobil—lewat telepon—kini tampak lebih santai, meski ada sorot mata yang mengisyaratkan bahwa mereka tetap harus bicara nanti. "Selamat ulang tahun, Bos. Maaf membuat harimu penuh gangguan telepon tadi pagi." Ares mengangguk kecil. "Terima kasih, David. Tapi malam ini, simpan dulu lapora
Last Updated : 2026-01-31 Read more