Pintu kamar mandi terbuka pelan. Raya melangkah keluar dengan wajah yang sudah ia usahakan terlihat tenang. Mata yang masih sedikit sembab, tapi ia memaksakan senyum tipis di bibirnya. Ares yang masih duduk di tepi ranjang langsung mendongak, matanya menatap istrinya dengan pandangan penuh penyesalan dan kekhawatiran. "Raya—" "Aku harus menyelesaikan packing," potong Raya dengan nada yang berusaha terdengar normal, tapi suaranya sedikit bergetar. Ia langsung berbalik, berjalan menuju koper yang masih terbuka di sudut kamar, menghindari tatapan Ares. Tangannya meraih beberapa pakaian yang masih tersebar, mulai melipatnya dengan gerakan mekanis—terlalu cepat, terlalu kaku, tidak seperti biasanya yang teliti dan rapi. Ares bangkit dari ranjang, langkahnya cepat menghampiri Raya. "Sayang, tunggu. Kita harus bicara—" "Tidak ada yang perlu dibicarakan," ucap Raya tanpa menoleh, tangannya terus melipat pakaian meski tangannya gemetar. "Kamu sudah minta maaf. Aku sudah dengar. Sekarang
Terakhir Diperbarui : 2026-02-17 Baca selengkapnya