Ares melepaskan sisa pakaiannya dengan satu gerakan cepat, menampakkan tubuh kokohnya yang berotot di bawah cahaya remang lampu tidur. Ia tidak langsung mengambil kendali. Sebaliknya, Ares merebahkan tubuhnya di atas tumpukan bantal, membiarkan dirinya menjadi fondasi bagi istrinya. Matanya yang gelap dan tajam menatap Raya, menantang dan memuja di saat yang bersamaan. "Kemari, Sayang," bisiknya, suaranya serak tertahan di tenggorokan. Ares meraih tangan Raya, menuntun istrinya untuk merangkak naik dan duduk di atas pangkuannya. Posisi ini membuat Raya berada di atas, menatap suaminya dari posisi yang dominan. Rambut Raya yang berantakan jatuh menutupi bahunya, menambah kesan liar yang jarang ia tunjukkan. Ares menggenggam pinggul Raya, namun ia tidak menggerakkannya. Ia justru memberikan kendali penuh pada tangan kecil istrinya. "Malam ini, aku milikmu sepenuhnya. Lakukan apa pun yang kamu mau padaku," gumam Ares sambil mengecup perut Raya. Raya menarik napas panjang, menatap
Terakhir Diperbarui : 2026-02-14 Baca selengkapnya