Mobil Ares memasuki halaman rumah tepat saat matahari mulai tenggelam, meninggalkan langit berwarna jingga keemasan. Ia turun dari mobil dengan langkah yang lebih lambat dari biasanya, pikirannya masih dipenuhi dengan bagaimana cara menyampaikan kabar tentang persidangan pada Raya. Begitu pintu depan terbuka, suara tawa Kelana langsung menyambutnya. "DAAAAD!" Kelana berlari terhuyung-huyung dari ruang keluarga, tangan terentang lebar dengan senyum yang sangat lebar di wajahnya. Ares langsung jongkok, membuka pelukan untuk menangkap putranya yang melompat ke dalam dekapannya. "Hei, jagoan," ucap Ares sambil mengangkat Kelana tinggi-tinggi, membuat anak itu tertawa lepas. "Kelana main apa hari ini?" "Kelana bikin istana! Tapi jatuh terus!" jawab Kelana dengan semangat. "Tapi Kelana bikin lagi! Kelana pinter kan, Dad?" "Sangat pinter," jawab Ares sambil mencium pipi gembul Kelana. "Dad bangga sama Kelana." Raya muncul dari ruang keluarga, mengenakan dress rumah berwarna putih deng
Terakhir Diperbarui : 2026-02-21 Baca selengkapnya