Ariel baru saja keluar dari toilet pria, wajahnya masih panas, napasnya tidak beraturan. Saat ia menghampiri meja, Silvi yang tadinya tampak asyik berbincang dengan Gerry langsung menatapnya dengan dahi berkerut.“Eh, Ariel… kok lama banget di toilet? Ngapain emang?” tanya Silvi penasaran.Ariel menelan ludah, mencoba terlihat normal.“Silvi, kita pulang,” katanya tegas tanpa basa-basi.“A-apa?” Silvi kaget. “Tapi… minumanmu kan belum habis, sayang kan? Aku juga masih mau—”“Kita pulang. Sekarang.”Nada Ariel benar-benar berbeda—dingin, terburu, dan jelas-jelas tidak bisa ditawar.Silvi akhirnya terdiam. Melihat sahabatnya seperti itu, ia cepat-cepat mengambil tas dan berdiri.“O-oke… ayo,” katanya menuruti.Ariel menunggu Silvi membayar pesanan mereka dengan cepat di kasir. Wanita itu tidak berani menoleh ke belakang, tidak berani memastikan apakah Nathan memperhatikannya atau tidak.Padahal, di meja belakang…Nathan baru saja kembali dan mendudukkan dirinya seperti biasa. Sebelum ia
Terakhir Diperbarui : 2025-12-08 Baca selengkapnya