“Dok… dokter?” Suara seorang perawat wanita membuyarkan lamunan Nathan. Ia mengerjap pelan, menoleh. Wajahnya tampak lelah setelah seharian praktek. “Ya?” balas Nathan datar. Perawat itu mendekat sambil memegang berkas. “Yang ini… pasien terakhir, Dok. Katanya hasil lab-nya sudah ada.” Nathan mengangguk singkat. “Persilahkan masuk.” Pintu diketuk, lalu terbuka. Seorang pria dewasa masuk dengan langkah berat, ditemani istrinya. Wanita itu terlihat cemas, sementara sang pria tampak malu-malu. Mereka menyerahkan amplop berisi hasil lab. Nathan menerimanya. Ia membuka, meneliti dengan teliti—sekali, dua kali. Ia mendesah pelan, lalu menatap pasien dengan tatapan profesional namun lembut. “Pak, perlu saya sampaikan… Bapak perlu melakukan terapi hormon.” Suara Nathan terdengar serius nan berwibawa. “Terapi itu akan membantu pemulihan fungsi organ vital Anda. Semakin cepat dimulai, semakin baik.” Pria itu langsung mengangguk pasrah. “Baik, Dok. Saya… saya ikut saja demi kesehatan sa
Terakhir Diperbarui : 2025-12-02 Baca selengkapnya