Dan di samping Nathan, seorang wanita berambut cokelat gelap nan panjang, cantik, anggun dalam dress sederhana. Jemarinya menyangkut di lengan Nathan, gerakannya lembut, begitu… cocok. Gemma. “Eh, Nate!” panggil Zayn tiba-tiba, mengangkat tangan. Ariel spontan ikut menoleh, jantungnya seolah meloncat naik ke tenggorokan. Pada detik yang sama, Nathan pun menoleh. Tatapan pria itu langsung tertuju pada dua hal: wajah Ariel—dan tangan mereka yang masih saling bertautan. Mau tidak mau, Ariel harus ikut melangkah ketika Zayn menghampiri pasangan itu. “Hai,” sapa Zayn pada Gemma dengan ramah. “Kamu yang katanya tunangannya Nate, ya?” Pertanyaan tanpa basa-basi itu membuat mata Gemma sempat membesar karena kaget. Lalu bibirnya melengkung ramah. “Iya,” jawab Gemma, menyandarkan pandangan singkat pada Nathan seolah mencari konfirmasi. “Aku Gemma.” “Wah, beruntung juga Nate,” kata Zayn, menunjuk Nathan dengan dagu. “Punya tunangan cantik.” Gemma tertawa kecil, sementara Nathan masih di
Last Updated : 2025-12-14 Read more