Beberapa minggu setelah Nadia tiba di Paris, kehidupannya mulai menemukan ritme baru. Pagi hari di studio kecilnya di Montmartre selalu dimulai dengan hal yang sama: kopi panas, jendela terbuka, dan kanvas kosong yang menunggu disentuh kuas. Camille, asisten yang dikirim Daniel, biasanya datang sekitar pukul sembilan pagi. Ia membawa roti hangat dari boulangerie di sudut jalan dan sesekali buah segar. “Kalau anda tidak makan, Daniel akan menyalahkan saya madame” kata Camille suatu pagi sambil meletakkan sarapan di meja kecil studio. Nadia tertawa. “Dia memang seperti itu” ucap Nadia. Namun jauh dari Hamburg, Daniel sebenarnya tidak tahu bahwa ada sesuatu yang mulai berubah di kehidupan Nadia di Paris. Sesuatu yang pada awalnya terlihat sangat kecil. Semuanya bermula dari pameran kecil residensi seni pada suatu malam. Galeri di Montmartre penuh oleh pengunjung, kurator, kolektor, dan seniman lain yang datang untuk melihat karya-karya terbaru para peserta residensi.
Read more