Pagi berikutnya di Blankenese datang dengan salju yang turun lebih tebal dari hari-hari sebelumnya. Taman vila Charter tampak seperti negeri dongeng musim dingin, dengan cabang-cabang pohon yang tertutup lapisan putih lembut. Di dalam rumah, suasana terasa hangat, namun juga sedikit tegang. Rahasia yang disimpan Daniel dan Nadia mulai terasa semakin sulit untuk disembunyikan. Di dapur, Lina sedang menyiapkan sarapan pagi. Ia membuat bubur hangat, roti panggang dan beberapa buah. “Cuaca seperti ini cocok makan yang hangat” katanya pada Rudi yang duduk sambil membaca berita di tablet. Rudi mengangguk. “Elena pasti suka.” Beberapa menit kemudian Elena turun tangga dengan rambut yang masih sedikit berantakan namun wajah penuh semangat. “Nenek Bali, mama sudah bangun?” “Masih di atas” jawab Lina. Elena langsung berlari menuju tangga lagi. Di kamar utama vila, Nadia baru saja bangun ketika Elena membuka pintu. “Mama!” Nadia tersenyum. “Selamat pagi.” Elena langsung memelukny
Read more