Pagi musim dingin di Blankenese terasa lebih sunyi dari biasanya. Salju masih menempel di pagar taman dan ranting-ranting pohon di halaman vila Charter. Udara dingin membuat napas terlihat seperti kabut tipis ketika seseorang berdiri di luar. Namun di dalam rumah, lampu sudah menyala sejak subuh. Daniel sudah bangun lebih awal. Ia berdiri di ruang kerjanya, memeriksa beberapa dokumen dan email perusahaan yang masuk semalam. Perjalanan ke Italy harus dilakukan secepat mungkin, tetapi ia tetap harus memastikan semua urusan bisnisnya tetap berjalan. Paul, asistennya, sudah menerima beberapa instruksi lewat telepon. Beberapa rapat dibatalkan. Beberapa dialihkan ke pertemuan daring. Dan beberapa keputusan penting sudah ditandatangani Daniel sebelum ia berangkat. Namun pikirannya tidak benar-benar berada di sana. Pikirannya berada pada satu hal. Viola. Di kamar utama, Nadia sedang merapikan koper mereka. Ia tidak membawa terlalu banyak barang, hanya pakaian yang cukup untuk beb
Read more