Raven berdiri di depan jendela besar. Menatap pantulan wajahnya sendiri di kaca. Di luar, langit sudah berubah gelap.Kedua tangan Raven tersembunyi di saku celana dengan rahang mengeras.Percakapannya dengan Sera tadi terus memenuhi pikirannya.Raut muka Sera yang tiba-tiba berubah sendu dengan sorot mata terluka saat pergi, membuat dada Raven terasa sesak dan nyeri.Memang benar, Sera dan kedua adiknya berada di resort ini karena skenario yang Raven ciptakan.Raven ingin memberikan kemewahan pada wanita itu, dan membuatnya terus berada dalam jangkauan matanya.Namun ternyata… untuk pertama kalinya semua yang biasa Raven anggap sebagai solusi, terdengar seperti kesalahan.Raven mengembuskan napas kasar. Melirik arloji yang sudah menunjukkan pukul 18.45.Pada saat yang sama, Raven mendengar keributan di luar sana, seperti dua anak perempuan yang sedang panik.Semula Raven akan mengabaikannya, tapi saat mengenali suara itu milik Rania dan Salsa, Raven secara spontan menajamkan pendenga
Last Updated : 2025-12-22 Read more