"Aku juga bingung, gimana nolaknya tanpa bikin dia tersinggung, Mas. Gimana kalau maksudnya hanya ngasih saja. Tanpa pamrih apapun. Mungkin Zahra mengingatkannya pada seseorang atau gimana aku nggak tahu. Aku ingat Dewa pernah cerita tentang anak kecil yang ternyata bukan anaknya. Entah bagaimana kisahnya aku nggak tahu. Dia hanya cerita sepenggal saja.""Kapan dia cerita?""Hari itu, Mas. Aku lupa.""Dia tahu Zahra anak yatim?" "Nggak, Mas."Emir memijat pelipisnya. "Kalau begitu dia memang ada rasa sama kamu, Nai. Dikiranya kamu janda mungkin. Mas tahu gimana cara laki-laki memperhatikan seseorang. Apalagi kalau yang diperhatikan itu perempuan yang cantik, lembut, dan terlihat sendiri seperti kamu. Mas jadi nggak tenang, Nai. Pengen bawa kalian pergi dari sana."Terdengar Naima menghela napas berat. "Jangan terlalu curiga, Mas. Apa aku harus menolak niat baiknya? Maaf, jangan kasih apapun lagi ke anak saya, karena suami saya bisa cemburu, Mas Dewa? Begitukah, Mas? Nggak etis, kan?
Last Updated : 2025-10-25 Read more