Rasya tertawa ringan, memecah ketegangan di meja makan. "Papa ini pertanyaannya langsung ke inti ya," katanya santai, membuat semua orang tua tersenyum. Ia kemudian menatap Aurora dengan tatapan yang terlihat begitu memuja. Aurora sampai terpana melihat betapa hebatnya akting pria ini. "Jujur saja, Pa," kata Rasya, pandangannya tidak lepas dari Aurora. "Yang jatuh cinta duluan, tentu saja aku." Bunda Martha dan Mama Miranda langsung tersenyum penuh kemenangan. "Waktu pertemuan pertama kami," lanjut Rasya, pandangannga beralih melihat orang di sekitarnya. "Kesan pertama dari Aurora ini begitu membekas. Dia menatapku, dan tanpa basa-basi, langsung bilang kalau dia tidak tertarik dengan perjodohan ini." Para orang tua tampak kaget, tapi Rasya melanjutkan dengan nada geli. "Dia wanita pertama yang berani menolak aku terang-terangan. Sangat jujur, sangat berprinsip," puji Rasya, membuat penolakannya terdengar seperti sebuah kelebihan. "Justru di saat itulah aku s
Terakhir Diperbarui : 2025-11-14 Baca selengkapnya