"Rasya," sapa Aurora, suaranya terdengar sangat serius. "Maaf ganggu ya, malam-malam. Apa kamu ada waktu besok pagi? Ada sesuatu yang sangat, sangat penting yang harus aku bicarakan denganmu. Langsung, berdua."Rasya langsung menangkap nada urgensi dalam suara Aurora. Dia tidak bertanya lebih jauh. "Tentu. Jam 9? Aku akan datang ke butikmu. Atau kamu mau aku jemput?""Nggak usah, Rasya. Terima kasih," ucap Aurora pelan. "Sampai besok, ya."Aurora menutup teleponnya. Ia sudah memutuskan untuk jujur, apa pun risikonya.Keesokan paginya, sinar matahari menerobos masuk ke butik Aurora, namun tidak mampu menghangatkan suasana tegang di dalamnya.Rasya tiba tepat jam 9. Wajahnya serius, menangkap sisa-sisa kegelisahan di udara bahkan sebelum Aurora sempat berbicara.Aurora mempersilakannya duduk, sementara dia sendiri memilih untuk tetap berdiri, seolah membutuhkan pijakan yang lebih kokoh.Aurora tidak membuang waktu.
最終更新日 : 2025-11-25 続きを読む