Tak terkesan oleh sandiwara Joan, Jiyya mengangkat sebelah alis. "Bahkan demi saury panggang?" tanyanya.Ekspresi Joan berubah dari tersinggung menjadi merenung, lalu ia menggeleng. "Masih tidak cukup mengancamku," ulangnya dengan tegas.Sebagai balasan, Jiyya mengeluarkan satu bento dan mengintip isinya. "Bahkan demi saury panggang dan sup miso dengan terong kesukaanmu?"Joan menyipitkan mata. "Kau ini betulan wanita iblis rupanya," ujar Joan, lalu meraih bento itu dari tangan Jiyya sebelum wanita itu sempat bereaksi."Heeey!" protes Jiyya, mencoba merebut kotak itu kembali. "Kembalikan!"Joan mengangkatnya lebih tinggi. "Ini hadiahku, Jiyya. Kau kan membuatnya untukku, jadi aku akan menerimanya dengan senang hati," katanya dengan santai, mengabaikan usaha Jiyya yang berulang-ulang.Di saat itu, Luna sudah duduk dan membuka bento lainnya. "Kalian konyol sekali," tawanya. "Kalian seperti anak kecil."Perkataan putrinya membuat Jiyya berhenti merebut bento. Ia menyilangkan tangan dan m
Last Updated : 2026-01-26 Read more