Joan tidak bergeming, pria itu malah menampilkan seringai yang semakin melebar.Jiyya menyilangkan tangannya dengan ekspresi kesal, agak berlebihan memang. Tetapi ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bersikap demikian. “Katamu, kau menginginkan aku,” gerutunya.Sambil sejenak mengagumi bagaimana lengan wanita itu menekan dadanya sendiri, Joan perlahan menggerakan tubuhnya sehingga kini ia sedikit lebih condong dan tepat menjangkau telinganya.“Kau tidak tahu apa-apa soal aku,” jawabnya dengan kasar, menikmati sedikit desahan kecil yang timbul atas friksi yang terjadi bawah sana karena Joan sedikit menekan bagian intim wanita itu dengan miliknya yang masih tertutupi celana. “Aku ingin kau yang memohon padaku, memohon agar akum au menyentuhmu, menciummu…” Joan sedikit menggerakan pinggulnya dibawah sana, menciptakan sedikit erangan kecil dari mulut Jiyya. “… lalu membuatmu klimaks hingga tak berdaya.”Kata-kata yang pria itu katakan kian menyulut api yang sudah membara sejak awal di d
Zuletzt aktualisiert : 2025-12-17 Mehr lesen