LOGINSequel 'Pemuas Hasrat Dosen Tampanku' "Siapa bilang kalau selingkuh itu buruk dan menikah itu baik? Bagaimana kalau hal itu malah jadi terbalik? Apa yang akan kau lakukan Jiyya?" Jiyya telah menikah dengan Bestian, pria yang menjadi cinta pertamanya kurang lebih satu dekade setelah pertemuan terakhirnya dengan Joan. Namun pernikahan yang Jiyya jalani jauh dari kata sempurna, dan seiring waktu dia mulai menyadari bahwa dia berhak mendapatkan lebih dari pada apa yang dia miliki. Apalagi ketika Joan kembali memasuki hidupnya dan tanpa disangka dia justru dihadapkan pada pilihan takdir. Mempertahankan rumah tangganya dengan Bestian atau perasaannya terhadap Joan.
View MoreJiyya terkekeh pelan. “Ya… katakan saja. Siapa yang menyangka aku akan kembali pada orang itu?”Dean menggeleng dengan takjub. “Cinta memang tak pernah bisa ditebak.”“Kurasa begitu,” sahutnya, lalu menoleh ke arah jendela. “Tapi dia membuatku bahagia…” Keningnya sedikit berkerut. “Aku tak pernah menyadari bahwa aku bisa merasakan hal seperti ini pada seseorang…”Dean tersenyum lembut. “Itu hal yang baik, Jiyya. Kau pantas bahagia. Dan begitu juga Sir Joan.” Ia terkekeh kecil. “Kupikir pria itu akan hidup sendirian sepanjang hidupnya karena dia tidak pernah berkencan dengan siapapun setelah berpisah darimu…”Jiyya kembali menatapnya dan membalas senyum itu. “Ya… kadang aku pun masih sulit percaya bahwa dia menginginkanku, dari sekian banyak orang. Rasanya aneh.”Dean mengangguk memahami. “Bahkan istriku pernah berkata ia penasaran apa yang akan terjadi seandainya kau tidak menikah dengan Bestian.”“Aku tak percaya dia menyadari sesuatu…” gumam Jiyya. “Aku sendiri tidak peka.” Ia menga
Setelah Bestian meninggalkan rumah yang mereka tempati selama ini, akhirnya kedua mata Jiyya terlepas dari pintu yang ia pandangi selama beberapa saat dan beralih pada serpihan porselen yang berserakan di lantai dapur.Pernikahannya telah usai.Dalam banyak hal, rasanya seakan ia kehilangan jati dirinya sendiri. Selama hampir sepanjang ingatan yang dimilikinya, ia adalah gadis yang mencintai Bestian. Jika bukan gadis itu, maka siapakah dirinya?Ia menatap pecahan-pecahan tersebut, sebagian tergeletak di genangan air, sebagian lain ternodai dengan warna merah darah Bestian. Perlahan Jiyya berlutut dan mengangkat salah satu serpihan kecil. Bentuknya segitiga tak beraturan dengan sisi-sisi bergerigi, basah oleh teh dan darah, semua ini tampak asing di telapak tangannya. Siapakah dirinya kini?Menggenggam serpihan pertama, ia mengambil yang kedua, menjepitnya di antara telunjuk dan ibu jari, merasakan sudut tajamnya menekan kulit, lalu meletakkannya bersama yang lain di telapak tangannya
“Kau tidak ada di sini, Bestian,” katanya, kini suaranya pecah, amarahnya runtuh meninggalkan luka yang mentah. “Kau tidak ada… dan kau bahkan tidak terlihat peduli bahwa aku sendirian, bahwa aku membesarkan putri kita sendirian. Lebih buruk dari itu…” Ia berhenti, menelan tangisnya. “Lebih buruk dari itu… kau seolah tidak peduli bahwa kau meninggalkan putri kita sendirian.” Kukunya menancap di telapak tangannya. “Kau lebih memilih bersama perempuan tua itu. Kau tidak pernah mengabari kami. Kau tidak pernah sekalipun ingat pada Luna. Kau bahkan tetap berangkat meski kita berselisih paham. Aku tahu kau punya simpanan. Aku juga sudah pernah melihatmu bersama disaat seharusnya kau pulang. Saat kutanya, kau selalu mangkir, dan membuatku seperti satu-satunya orang tak waras yang mempertanyakan apa yang aku lihat. Bisa-bisanya sekarang kau bersikap seolah suci padahal kau melakukannya lebih dulu dariku! Kau pikir aku tidak tahu? aku diam karena selalu memikirkan Luna. Dia butuh kau sebagai
Keesokan paginya, Jiyya terbangun di atas ranjang yang kosong. Ia masih dapat merasakan Bestian tampaknya sedang ada di dapur, sementara kehadiran Luna telah lenyap. Barangkali putri mereka telah berangkat lebih dulu kala itu. Perutnya terasa bergejolak. Inilah kesempatannya. Bestian sedang ada di rumah dan Luna tidak ada. Ia tidak bisa lagi menundanya.Tiba-tiba, perutnya terasa seperti sarang lebah yang terusik, ribuan sengat tak kasatmata berputar putar di dalam dirinya. Namun ia harus melakukannya. Ia memejamkan mata rapat rapat, menekan dahinya dengan kepalan tangan. Ia harus melakukannya. Tidak adil bagi siapa pun untuk terus menyeret luka ini dalam diam.Dengan helaan napas panjang yang berat, ia mengumpulkan serpihan keberanian yang tersisa, lalu menyingkirkan selimut dan bangkit untuk mengenakan pakaiannya. Bestian duduk di meja, secangkir teh berada di tangannya. Ia tengah membaca koran, namun ia mengangkat wajahnya ketika Jiyya memasuki ruangan.“Selamat pagi,” ucapnya tena
“Pilihlah aku Jiyya, hiduplah bersamaku.”Seketika itu pula Jiyya seperti jatuh kembali ke bumi. Tubuhnya membeku oleh naluri, ketika kegembiraan dan kepanikan berpadu menjadi satu dan mencengkeram hati serta pikirannya tanpa ampun.Ia ingin mengatakan ya dengan segenap jiwanya. Namun bibirnya seol
"Aku melihatmu tadi malam," ujar Silvana akhirnya. Setelah sekian lama Jiyya menanti apa yang hendak wanita itu katakan. Pertemuan mereka sendiri memang terjadi secara dadakan tanpa rencana. Hanya sebuah ajakan keluar dan Jiyya menyetujuinya begitu saja. Terlebih itu bisa ia jadikan alasan untuk se
“Papa harus pergi lagi?” rengek Luna, menjatuhkan tubuhnya dalam posisi tengkurap di atas ranjang orang tuanya, tepat di samping tas milik Bestian.Ayahnya melirik sekilas dari sudut mata sambil tetap melipat pakaian. “Ya, ini tugas mendadak dan tidak bisa ditunda, Luna.”Di dekat lemari, Jiyya mel
Ketika Jiyya menghabiskan botol bir keduanya dan merasa tak sanggup lagi duduk di antara dua lelaki itu, ia meminta undur diri ke kamar kecil. Di dalam, ia menatap bayangannya di cermin dengan duka yang merayap pelan di balik sorot matanya.Perempuan macam apakah dirinya ini, sesungguhnya?Ekspresi












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews