Jam menunjukkan pukul lima kurang sepuluh menit.Di luar jendela, langit mulai berubah warna. Biru gelap perlahan memudar, digantikan cahaya pucat pagi yang baru lahir.Namun di dalam ruangan kerja itu, waktu terasa seperti tidak pernah berhenti sejak malam tadi.Aira masih duduk di depan layar.Matanya sedikit merah, tetapi tetap fokus.Di sampingnya, Arkan memeriksa kembali baris terakhir dari kode simulasi.Raka berdiri di belakang mereka, memegang cangkir kopi yang baru saja ia ambil dari mesin di lorong.Di layar komputer Aira, simulasi baru sedang berjalan.Baris-baris proses bergerak perlahan.Lebih lambat dari yang mereka harapkan.Namun tidak ada yang berani menghentikannya.Tidak setelah semua yang mereka ubah sepanjang malam.Ruangan itu kembali tenggelam dalam keheningan yang tebal.Hanya suara kipas laptop dan detak jam yang samar terdengar.Raka akhirnya berkata pelan,“Berapa lama lagi?”Aira melirik indi
Ler mais