Menjelang malam, kantor mulai perlahan sepi.Lampu di beberapa ruangan sudah dimatikan.Suara langkah kaki di lorong semakin jarang terdengar.Namun di ruangan kerja tim proyek itu, lampu masih menyala terang.Aira duduk di depan komputernya.Arkan berdiri di dekat papan tulis, memperhatikan angka-angka yang sejak kemarin hampir tidak berubah.Raka baru saja kembali dari mesin kopi, membawa tiga gelas kertas.Ia meletakkannya di meja.“Untuk malam terakhir,” katanya ringan.Arkan mengambil satu gelas.“Semoga benar-benar malam terakhir.”Aira tersenyum tipis, meskipun matanya masih tertuju pada layar.Simulasi yang ia jalankan kembali sedang berjalan.Prosesnya tidak terlalu lama, namun cukup untuk membuat ruangan kembali tenggelam dalam keheningan.Raka duduk di kursinya.“Kamu masih memikirkan apa yang dikatakan Bagas tadi?”Aira tidak langsung menjawab.Beberapa detik kemudian ia berkata,“Bukan kata-katanya.
Ler mais