Sinar matahari menembus cahaya, membuat dua insan yang sedang tertidur lelap mulai terusik terlebih sang perempuan yang perlahan membuka matanya. Pertama kalinya membuka mata, wajah damai Genta yang masih terpejam. Zeta menahan sesak dada yang sudah menyambutnya setelah bangun tidur, ia segera memakai bajunya dan keluar kamar Genta. Beruntung hari masih cukup pagi untuk teman-temannya bangun, Zeta segera membersihkan badanya. Menangis sejadi-jadinya di bawah air shower yang mengguyurnya. Ia menggosok dirinya dengan kasar, ia tidak menyangka kejadian ini benar-benar nyata bukan sekedar mimpi. Zeta menjambak rambutnya dengan frustasi. “Bodoh!” “Bodoh!”“Bodoh!” Teriak Zeta menggema di kamar mandi, dengan derai air mata yang tak kunjung habis, ia merutuki dirinya sendiri yang sangat bodoh karena menuruti ucapan Dicky menyuruhnya mengantar Genta yang sudah terpengaruhi alcohol. Zeta lemas, ia terduduk pasrah dibawah air shower yang terus mengguyurnya, ia menangis menyesali nasi yang
Read more