Seorang lelaki yang tak kunjung pulang, ia sedang menatap meja kerjanya, ah bukan lebih tepatnya ia sedang menatap sebuah tulisan yang sedikit berdebu yang ia tempelkan sebagai note untuk ia baca setiap harinya, Tulisan seorang gadis yang dulunya satu ruangan dengannya, kini mejanya kosong belum juga mendapatkan pengganti. Hampa, benar-benar Genta rasakan. Ia tidak memungkiri perasaannya bahwa ia merindukan Zeta. Gadis yang kini entah ia tidak mengetahuinya beberapa kali ia coba menanyakan pada Salsa tapi sahabat Zeta itu tetap diam memilih tidak tahu menahu sesuatu yang ditanyakan Genta. Berpura-pura tidak memahaminya, Genta setengah gila yang dilakukannya sekarang hanya menatap layer ponselnya barang kali Zeta sudi mengirimkan pesan kepadanya seperti dulu lagi. Sayangnya, harapan tinggalah harapan. Di ponselnya tidak ada seseorang yang menghubunginya Genta membaca satu pesan pertamanya untuk Zeta, pesan pertama yang tidak meninggalkan kesan baik sama sekali.
อ่านเพิ่มเติม