Cahaya matahari pagi memantul indah pada batu safir biru yang kini tergeletak di atas meja rias Clara. Wanita itu duduk di depannya, menyisir rambut sambil sesekali menyentuh kalung seharga dua miliar itu dengan ujung jari, seolah memastikan benda itu nyata dan bukan mimpi.Arka baru saja keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambut dengan handuk. Dia melihat pantulan istrinya di cermin. Clara tidak terlihat marah seperti kemarin siang. Wajahnya tenang, lembut, dan memancarkan aura keibuan yang dipoles sempurna."Kamu tahu, Arka," suara Clara memecah keheningan, lembut seperti sutra. "Semalam aku tidak bisa tidur. Bukan karena euforia kalung ini, tapi karena memikirkanmu."Arka berjalan mendekat, waspada. "Memikirkanku?""Hm-mm," Clara memutar kursi riasnya menghadap Arka. Dia menarik tangan suaminya, mendudukkannya di tepi ranjang, lalu meletakkan tangannya di paha Arka. Sentuhan itu hangat dan intim."Aku menyadari sesuatu saat melihatmu membungkam Rendra semalam," lanjut Clara, men
Terakhir Diperbarui : 2025-12-10 Baca selengkapnya