Partager

Bab 136

Auteur: Naiynana
last update Date de publication: 2026-01-11 16:02:47

Hari-hari Kalea sekarang hanya diisi dengan makan, tidur, jalan-jalan, dan fokus mengerjakan tugas akhir, kadang-kadang pergi ke perpustakaan juga kampus. Begitu setiap hari.

Sedang Hamish, ia sudah semakin pandai mengurus urusan domestik rumah tangga meski tentu saja selalu disertai amukan dan emosian. Kesabarannya yang setipis tisu sungguh tak bisa diharapkan tiap menemui detail perabotan yang sulit dibersihkan.

Ia juga sudah mulai menguasai satu dua menu masakan hingga tak melulu memesan mak
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (13)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
hahaha...semoga jodoh ginna adl dr stepen hehehe
goodnovel comment avatar
Larose
nah tuh doa nya terkabul gin,ketemu Duda matang
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
Dr.Stephen bau bau ketemu jodoh nih Gina
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 306

    William menganga tanpa sadar, lalu buru-buru mengucek matanya. Tak percaya.“Shaynala senyum padaku, kah?” gumamnya. Masih saja sangsi. Sejak tadi, ia yang tak percaya diri itu terus menerus mengira bahwa Shaynala akan ilfil melihatnya yang kuning, botak, buruk rupa itu.Dan itulah salah satu alasannya mengapa tadi ia buru-buru balik badan dan berniat kabur. Ia tak sanggup mendapat tatapan geli dan jijik dari Shaynala. Tak disangka, gadis itu malah memberikannya senyuman.Katakanlah ia kegeeran, kepedean. Tetapi ia yakin seratus persen jika senyum itu memang ditujukan khusus untuknya. Ya, untuknya seorang.Livia tak seramah itu pada sembarang orang. Tak mudah memberi senyum pada orang yang tak dikenalnya dengan baik.William perlahan tersenyum. Bahunya yang terkulai lesu mendadak terangkat kembali. Duduknya tegap, tak lagi gelisah.Senyum Shaynala bagaikan suntikan vitamin dan obat dari segala keresahannya sejak dari salon sialan itu.Pemuda itu kemudian melepas topinya, lalu mulai me

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 305

    Dulu, William tak pernah absen menemani Shaynala berlatih tinju. Dia pun sering ikut ketika ada turnamen. Dan melihat ekpresi wajah Shaynala yang seperti sekarang, ia tahu. Gadis itu tak baik-baik saja. Shaynala kelelahan. Tak hanya fisik, tetapi juga mentalnya. Gadis itu tengah kewalahan.“Kamu pasti bisa, Nala,” ucap William. Pemuda itu merasa cemas hingga tanpa sadar malah membuka topinya. Tangannya sibuk meremas-remas topi dengan mata tak pernah berpaling dari gadis itu.“Ahh! Sial!” William seketika merunduk saat lampu sorot mengarah ke tribun. Pemuda itu lega karena rupanya ia masih terhalang oleh posisi seorang fotografer yang kini berdiri di depannya.Namun kemudian, baru saja ia menghela napas seraya melonggarkan resleting jaket yang ia tarik sampai dagu, lampu sorot malah menyasar area VIP. Tepat ke deretan kursinya. Kepalanya yang botak terasa mendadak seperti menyala, tersorot cahaya terang benderang.William terkesiap.“Mati aku!”Tak sampai di sana, fotograger yang sejak

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 304

    William berdecak. Tiket yang dibeli olek neneknya rupanya tiket kelas VIP. Itu artinya, ia akan cukup dekat dengan ring. Itu artinya pula bahwa ia akan sangat mudah terlihat oleh Shaynala seandainya gadis itu cukup jeli memperhatikan sekitar.“Kalau tak botak dan tak sekuning kartun The Simpson mungkin aku akan senang. Tapi sekarang … arrghhh!” William menggeram kesal. Jengkel luar biasa. Hanya saja, mau marah pun percuma. Tak akan bisa mengubah apa pun.Dengan dada berdebar, William melangkah turun menyusuri tangga tribun, mendekati area ringside. “Mati aku!” gumamnya. Posisinya ternyata hanya berjarak beberapa meter dari tali ring, tepat di barisan kursi empuk terdepan. Di satu sisi, ia bisa melihat arena dengan sangat jelas. Di sisi lain, posisinya ini sangat rawan tersorot lampu.Dengan panik, William merapatkan topi beanie-nya hingga sebatas alis dan menaikkan kerah jaketnya setinggi mungkin, berdoa agar tidak ada satu pun kamera yang menyorot wajah "ayam ungkep kuning berjalan"-

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 303

    Ling Ling dan kawan-kawannya benar-benar merasa bersalah pada William. Apalagi saat melihat pemuda itu akhirnya meminta dihabiskan semua sisa rambut yang ada di kepalanya.William memilih plontos dibanding harus menanggung rambut dengan model aneh. Paling tidak, rambutnya nanti akan tumbuh kembali.“Aiyaa, Willy. Seumur hidup nenek berdosa padamu.” Ling Ling meraih tangan William yang kuning sesaat setelah rambut cucunya itu dicukur habis.“Iya. Oma juga berdosa padamu. Oma kurang teliti.” Martha ikut mendekat dan meminta maaf.William menatap neneknya juga Martha dan teman-teman mereka yang turut mendekat dari pantulan cermin salon. Jujur, ia masih sangat jengkel. Hatinya sedih sekali dengan kondisinya sekarang, tetapi ia pun tak bisa berbuat apa-apa.Nasi telah jadi bubur. Semua telah terjadi. Tak ada yang bisa merubah apa pun. Tak peduli sekeras apa penyesalan atau menangis darah sekalipun.William menghela napas panjang dan berat, lalu mengangguk pelan.“Sudahlah. Ini bukan salah

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 302

    “Aaaargghh!” “Aarrggghh!” “Wait! Wait! Arrgghhhh!” “Noooo! Aaarrgggh!”Ling Ling menengok ke arah ruang perawatan tubuh, begitu juga kawan-kawannya yang lain. Di luar jendela salon, suara klakson tuk-tuk dan hiruk-pikuk Jalan Sukhumvit terdengar bersahut-sahutan, tapi suara teriakan William dari dalam ruangan masih kalah nyaring. Pemuda itu berteriak seolah-olah sedang diinterogasi agen rahasia.“Itu si Willy gak apa-apa, kah?” tanya Donna, cemas.“Lagi diapain dia di dalam? Mana terapisnya dari tadi ngomong Khab-khab terus, jangan-jangan Willy di-SmackDown?” Ling Ling ikut bertanya-tanya, lehernya memanjang berusaha mengintip dari balik tirai sutra khas Thai.“Tenang saja, paling dia lagi dipijat dan dilulur,” jawab Martha menenangkan. “Ini salon tradisional paling populer di Bangkok. Semua lulur, spa, semua racikan sendiri dengan resep-resep kecantikan khas Kerajaan Thailand kuno. Lihat saja review di internet. Ratingnya bagus-bagus.”Para wanita menuju lansia yang sedang menikmati

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 301

    Sepasang mata berkacamata mengintip dari balik kerumunan orang-orang yang berteduh dari derasnya hujan. Mata itu milik William. Pemuda yang diam-diam tengah mengamati ke arah toko bunga.Shaynala ada di sana. Berdiri bingung menatap bunga dan payung di tangannya.Gadis itu berkali-kali melirik arlojinya sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dengan menggunakan payung tersebut.William tersenyum. Setelahnya, pemuda itu pun turut pergi, berlawanan arah. Berjalan menembus hujan. Basah-basahan dengan hati yang begitu ringan.Tak masalah meski payung satu-satunya ia berikan. Jangankan hanya payung, apa pun ia akan usahakan untuk Shaynala.Sampai di hotel tempatnya menginap bersama sang nenek, William langsung kena omel. Ling Ling marah-marah karena cucu kesayangannya malah hujan-hujanan.“Terus roti pesenan nenek mana?” tanya Ling Ling.“Hah? Astaga! Lupaaa!”Ling Ling berdecak, tetapi tak lanjut marah.“Ya sudah. Mandi sana. Jangan kemana-mana lagi. Harus tidur cepat. Besok kamu harus be

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 210

    Hamish belum berhenti tertawa melihat tampang cemberut Stephen. Hari ini pria itu berkunjung ke kantor Stephen untuk berkonsultasi.Malam itu, ia menelepon Stephen tetapi tak diangkat dan berikutnya ia sendiri yang mengabaikan telepon dari Stephen, lalu berakhir lupa untuk berkomunikasi.Sekarang,

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 211

    “Bukankah kamu masih cuti?” tanya Ginna. Memandangi Stephen yang grasak-grusuk berganti pakaian.“Iya, Sayang. Aku masih cuti. Tapi ada panggilan darurat. Aku harus operasi satu jam lagi. Ini permintaan khusus dari pasien VVIP. Dia pasienku langsung. Tak bisa aku delegasikan. Kondisinya sudah gawat

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 207

    Pernikahan Ginna dan Stephen berlangsung begitu meriah. Sebuah ballroom hotel bintang lima yang disulap tema glamorous. Semua tentang kemewahan, keanggunan, dan eksklusif dengan dominasi warna-warna bold.Ling Ling tak henti menangis karena tak menyangka jika putranya akhirnya bisa kembali menikah.

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 206

    Kalea mengantar Ginna untuk fitting baju pengantin ke Lunare dan setelahnya, mereka pergi untuk berjalan-jalan keliling mall.Hamish senang mendengarnya karena ini adalah kali pertama sang istri mau pergi bersosialisasi ke dunia luar sejak dari rumah sakit. Berharap, Kalea semakin membaik setiap ha

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-03
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status