Share

Bab 138

Author: Naiynana
last update publish date: 2026-01-13 06:32:29

Ginna memicingkan satu matanya, menatap pria berkacamata itu dengan takut-takut.

“Jangan menipuku. Aku seorang dokter!” Pria itu kembali menjentik dahi Ginna yang benjol. Kali ini lebih keras dan membuat gadis itu langsung berteriak.

“Sakit!” Ginna memegangi jidatnya sambil memelototi dokter tersebut.

“Dasar bocah nakal!”

“Aku bukan bocah! Dan aku tak nakal!” Ginna tak mau kalah.

Ia kembali pura-pura pingsan saat melihat pintu terbuka dan staff perpustakaan kembali datang dengan membawakan air
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
gak tau aja lu pen stephen klo gadis nakal lah yg mau kalea kenalin.. jgn pingsan ya pen...........
goodnovel comment avatar
oppo F9
jangan kaget ya pak dokter klo nanti udah ketemuan ......
goodnovel comment avatar
Imas Siti Aisah
lanjutkan thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 286

    Sejak hari itu, hubungan William dan Shaynala benar-benar merenggang. Kebersamaan yang terjalin sejak bayi pupus begitu saja.Keduanya tak pernah berjalan bersama-sama lagi, tak pernah saling memberi kabar lagi, tak pernah saling bicara, bahkan saling sapa pun tidak. Di sekolah, keduanya benar-benar seperti orang yang tak saling kenal satu sama lain.Jika berpapasan, maka keduanya lebih memilih saling menghindar. Dan jika sudah terlanjur, maka keheningan saja yang akan menjadi ruang untuk mereka.Keretakkan persahabatan yang dulu begitu lengket tak terpisahkan itu pun mau tak mau mengundang tanda tanya besar semua orang. Keduanya menjadi bahan pembicaraan seisi sekolah bahkan di kalangan para guru. Beberapa bahkan begitu mencemaskan kondisi keduanya.Hari-hari William yang sudah semakin dekat dengan hari keberangkatannya ke Jepang terus diisi dengan belajar, belajar, dan belajar. Setiap waktunya hanya tentang buku, pelajaran, dan perpustakaan.William mengerahkan seluruh energinya unt

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 285

    BUG!Satu tinju keras mendarat di samsak hingga samsak itu berayun dan bergetar. Keringat mengucur di pelipis Shaynala. Napasnya sudah pendek-pendek dengan kulit wajah yang memerah.“Nala! Istirahat dulu!” seru Johan, pelatih klub tinju Shaynala, dari luar pinggir arena. Pria itu melirik jam tangan, anak didiknya itu sudah berlatih melewati batas waktu normal.Akan tetapi, Shaynala seperti tak mendengar. Gadis itu masih melanjutkan latihannya. Memukul dan memukul lagi samsak hingga melesak.Teman-teman satu klub Shaynala mulai menoleh. Memperhatikan gadis itu yang masih begitu penuh tenaga. Padahal, semua orang dari tadi sudah selonjoran beristirahat.BUGG!BUGG!Pukulan Shaynala semakin kuat. Pikirannya kembali terpusat pada William. Ia masih saja kesal dan belum mau memaafkan kawannya itu.BUGG!“Kamu mau tanganmu remuk, Nala? Mau pingsan, hah?” Johan berteriak keras setengah membentak. Dan barulah Shaynala menurunkan dua tinjunya.“Ada apa?” Johan mendekat, lalu melempar handuk pad

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 284

    Shaynala pergi dengan langkah-langkah cepatnya. Tujuannya satu: rumah William. Gadis itu ingin mempertanyakan tentang kabar rencana kepergian kawannya itu ke luar negeri.Sesampainya di rumah William, ia disambut Ginna yang sedang menyiram bunga-bunga.“Will ada di perpustakaan, Nala,” ucap Ginna tanpa ditanya lebih dulu. Ia tahu, tujuan Shaynala datang ke rumah pastilah karena ingin menemui putranya.Shaynala mengangguk dan bergegas pergi ke dalam rumah.“Kenapa dia? Apa dia sedang marah?” tanya Ginna pada dirinya sendiri. Mengamati Shaynala yang tak biasanya. Datang dengan muka jutek dan langkah-langkahnya begitu cepat. Auranya sudah seperti hendak melabrak orang.Perpustakaan yang dimaksud Ginna ada di lantai dua. Gadis itu meniti tangga dua anak tangga sekaligus saking tak sabarnya ingin segera menemui William.Pintu perpustaan pun iia buka. Matanya dengan cepat mencari-cari keberadaan William.“Loh, Nala?” William muncul dari balik salah satu rak. Remaja berkacamata itu terkejut

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 283

    Shaynala pulang dengan hati ringan. Semangat hidupnya sudah kembali. Dadanya telah kembali penuh. Berbaikan dengan ayahnya benar-benar memberi dampak luar biasa.Sepanjang perjalanan gadis itu tak henti tersenyum dan bersenandung. Di sisinya, Hamish tak kalah cerianya. Ia mengemudi dengan perasaan sangat lega serta bahagia.“Mami pergi sama ibunya Arsen juga Mama Ginna,” ucap Hamish setelah membaca sebuah pesan di ponselnya.“Berangkat sama-sama dengan Oma Ling Ling dan kawan-kawannya.”“Pergi kemana?” tanya Shaynala. “Kenapa rombongan?”“Ke pemakamannya Gwen,” jawab Hamish.“Gwen? Gwen yang itu?”Hamish mengangguk.“Papi ga ke pemakamannya juga?”“Enggak.”“Kenapa enggak?”“Kamu nyuruh papi pergi kesana?” tanya Hamish dan Shaynala buru-buru menggeleng.“Papi di rumah aja sama aku.”“Baiklah.” Hamish tersenyum.Sesampainya di rumah, Shaynala terkejut karena ternyata masih ada William dan Arsen juga adiknya. Mereka tengah asyik makan camilan di ruang tengah. ShaynaIa kira, mereka sudah

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 282

    Di sudut restoran Jepang favorit Shaynala, Hamish berbicara dengan penuh kehati-hatian. Beberapa kali ia menjeda kisahnya karena harus memilih diksi dan kalimat-kalimat yang sekiranya aman dan dapat dipahami dengan mudah oleh anak remaja tiga belas tahun.Ia juga harus berpikir untuk merangkai alur agar cerita yang dibawakannya tak terlalu gelap dan berat untuk anak seusia Shaynala. Dan mau tak mau, anggota keluarga lain yang selama ini dianggap sempurna oleh gadis itu harus terseret, tercungkil borok-boroknya.Hamish tak bisa menghilangkan semua fakta itu karena jika membahas kehadiran Gwen, maka tak akan terlepas dari keterkaitan akan kisah kelam antara ia, ayahnya, neneknya, dan tentu saja … ibu dari kakak angkat Shaynala sendiri yakni mendiang Marissa.“Tunggu! Papi? Maksudnya, Papi pernah berpacaran dengan mami kandungnya Kak Eldan?” tanya Shaynala dengan wajah syok.Hamish mengangguk. Memang pahit, tapi pada akhirnya ia ungkapkan dari pada di kemudian hari tiba-tiba Shaynala dap

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 281

    Hamish keluar dari kamar dalam keadaan segar, bugar, dan tentu saja bahagia. Segala resah, letih, dan amarahanya lenyap tak bersisa.Sementara di dalam kamar, Kalea meringkuk. Tertidur lelap, lelah. Sungguh sebuah keadaan yang kontradiktif.“May,” panggil Hamish. Melihat asisten rumah tangganya yang sedang membersihkan perabot.“Ya, Tuan.”“Anak-anak belum bangun?”“Belum, Tuan. Eh, salah. Maksudnya belum semuanya, Tuan. Teman-temannya Nala belum bangun, EL juga belum. Tapi Nala sudah. Tadi saya lihat lagi di kebun belakang, kasih makan kelincinya.”Hamish mengangguk, lalu bergegas mencari putrinya.Dan benar, Shaynala sedang berjongkok di bawah pohon tanjung yang sedang berbunga banyak. Wangi bunganya semerbak, sudah tercium bahkan dari beberapa meter.Di bawah pohon sana, Shaynala tak sendirian. Gadis itu ditemani dua ekor kelinci abu-abu besar yang sudah dirawat dari dua tahun lalu. Ia terlihat asyik memberikan sayuran pada dua kelincinya itu.Hamish tersenyum. Akhirnya, ia bisa ke

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 34

    “Ah, baru datang? Kemana saja? Aku menghubungimu dari siang. Aku mau izin visit Kalea tadi.” Stephen segera meletakkan piring di nakas.Hamish diam saja. Pria itu menatap bergantian Kalea juga Stephen.“Kamu habis apa, Bro? Kenapa bajumu merah-merah? Apa ….” Stephen membelalak dan segera bangkit be

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   bab 37

    Sudah hampir tengah malam. Hamish masih berkeliling dengan mobilnya. Sendirian, tanpa tujuan jelas.Bar? Eksekutif klub? Atau kehidupan malam lainnya, kini sudah tak menarik lagi. Tak ada tempat pelarian yang pas saat ini untuknya. Ia butuh tenang, ia butuh pikiran waras.“Kenapa? Kenapa aku terje

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 26

    “Bobby?” Kalea terkejut melihat kemunculan Bobby. Dan ia senang karena melihat pemuda itu tersenyum ramah padanya. Tandanya, insiden pesan balasan Hamish sudah benar-benar termaafkan.Di sisi Kalea, Hamish berdecak. Menatap malas Bobby yang hari ini diakuinya tampil lebih rapi. Pemuda itu memakai s

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 24

    Kalea menangis saking leganya. Ia berhasil mengirimkan karyanya di detik-detik terakhir.Setelah ketiduran semalam di gudang, ia melanjutkan menggambar di pagi buta dan baru rampung pada pukul sembilan.Masalah berikutnya muncul: pengiriman karya. Kalea tak punya gawai, sedangkan ponsel May dan Dia

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status