Hamish mondar-mandir di depan ICU. Ia panik. Sangat panik. Takut sungguh takut. Dan saat Stephen keluar dari ruangan itu, ia segera menyergapnya.“Bagaimana, Lea? Gimana keadaan dia? Katakan padaku, cepat!” Hamish teriak-teriak seraya mencengkram dua bahu Stephen.“Tenang, Bro! Tenang. Tarik napas dulu. Sabar. Aku jelaskan pelan-pelan.”Hamish menurut. Ia hirup oksigen banyak-banyak, lalu kembali bertanya pada Stephen.“Kalea mengalami post op shivering. Menggigil pasca operasi. Komplikasi umum dari efek anestesi. Tak apa. Tidak berbahaya. Setengah jam lagi juga sudah reda. Dan tadi sudah diberi obat. Selain itu, mungkin efek dari psikisnya karena harus berpisah dengan bayinya. Sementara, kamu jangan masuk dulu. Biarkan Kalea istirahat. Sendiri dulu. Dia benar-benar butuh recovery yang intensif.” Stephen menepuk bahu Hamish.“Oh, iya. Bagaimana dengan pemakaman putramu? Mau aku yang urus?” tanya Stephen.“Kalau kamu mau tinggal di rumah sakit, biar aku yang mengurus semuanya.”Hamish
آخر تحديث : 2026-02-12 اقرأ المزيد