“Pesankan penerbangan secepatnya,” perintah Hamish pada Jordi di telepon. Bagaimana pun, sebenci apa pun, seterluka apa pun, semarah dan sedendam apa pun Hamish pada ayah juga neneknya, tetapi ia tetap tak bisa abai.Hari itu juga, ia akan pergi ke Singapura untuk melihat kondisi ayahnya. Kondisi Marissa? Jujur, meski terdengar jahat, ia sendiri memang tak peduli.“Jangan ikut, ya.” Hamish mendekati Kalea yang dengan sigap membantu membereskan barang-barang yang akan dibawanya terbang ke Singapura. Ia mencemaskan kehamilan Kalea, maka dari itu, ia tak mau membawa istrinya serta.Kalea mengangguk.“Kamu di rumah saja. Banyakin istirahat,” ucap Hamish seraya mengusap-usap perut Kalea.Pria itu pun berjongkok dan mulai menghujani perut buncit Kalea dengan ciuman.“Papa pergi dulu, ya. Jangan nakal. Jaga Mama ya, Baby Boy,” ujarnya, lalu kembali mengecup perut Kalea bertubi-tubi.“Tolong berkabar, ya. Aku juga ingin tahu keadaan Papa.”Hamish mengernyit. “Papa?” ulangnya. Baru kali ini i
آخر تحديث : 2026-02-04 اقرأ المزيد